NEW JERSEY – Air mata tidak hanya mengalir dari wajah Lionel Messi, tetapi juga dari pelatih Argentina, Lionel Scaloni. Usai kekalahan 0-1 dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026, Scaloni terlihat sangat terpukul hingga meninggalkan konferensi pers lebih awal. Pria berusia 48 tahun itu mengakui bahwa tekanan untuk mengulangi kesuksesan sebelumnya terasa sangat berat.
“Wajar saja kalau saya perlu waktu untuk memikirkannya dengan matang,” ujar Scaloni sambil menahan tangis. Ia menyatakan akan berbicara dengan Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina, Claudio ‘Chiqui’ Tapia, mengenai masa depannya. Meski kontraknya berjalan hingga Desember 2026, Scaloni mengakui keraguan apakah ia mampu menghadapi ekspektasi tinggi untuk siklus berikutnya.
Scaloni membawa Argentina dari kekeringan gelar selama 28 tahun menjadi juara Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024. Namun, kegagalan mempertahankan gelar Piala Dunia kali ini, ditambah dengan performa Argentina yang minim kreativitas di final, menjadi pukulan telak.
“Saya sudah menangis habis-habisan di ruang ganti,” akunya. Ia merasa bersyukur atas perjalanan delapan tahun bersama tim, terutama jika ini memang menjadi Piala Dunia terakhir Messi. Keputusan Scaloni kini menjadi tanda tanya besar bagi sepak bola Argentina, apakah ia akan bertahan menyelesaikan kontrak atau memilih hengkang demi kesehatan mental dan profesionalismenya.




