Daerah

Desa Giriawas Garut Perbaiki Jalan Sendiri

×

Desa Giriawas Garut Perbaiki Jalan Sendiri

Sebarkan artikel ini
Paerbaikan Jalan
Menunggu 3 tahun sia-sia! Warga Desa Giriawas Garut gotong royong perbaiki jalan rusak. Siap sambut LKBB Nasional

GARUT – Semangat kemandirian dan gotong royong kembali terbukti di Kabupaten Garut. Warga Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, secara swadaya melakukan perbaikan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Giriawas dengan Barusuda. Aksi ini dilakukan setelah usulan perbaikan melalui jalur birokrasi mangkrak selama tiga tahun.

Kepala Desa (Kades) Deni Sunjani menyatakan bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam memperbaiki infrastruktur jalan desa yang vital bagi mobilitas warga setempat.

Proses perbaikan telah dimulai sejak 7 Juli 2026 dan kini progresnya telah mencapai 1,2 kilometer. Deni mengungkapkan bahwa material bangunan diperoleh dari hasil pengumpulan dana swadaya masyarakat, sementara tenaga kerja berasal dari warga sukarela. “Kegiatan perbaikan jalan ini tidak hanya mengandalkan tenaga warga secara sukarela, tetapi juga mencakup pengadaan material bahan bangunan yang dikumpulkan dari hasil swadaya Masyarakat,” ungkapnya.

Langkah nyata ini diambil karena jalan tersebut merupakan urat nadi pendidikan bagi sekitar 1.600 siswa SMAN 4 Garut, serta ratusan siswa SD dan SMP di sekitarnya. Kondisi infrastruktur jalan desa yang layak sangat dibutuhkan agar proses belajar mengajar berjalan aman dan nyaman tanpa hambatan medan yang rusak.

Selain untuk kebutuhan sehari-hari, inisiatif ini juga didorong oleh target besar Desa Giriawas sebagai tuan rumah Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) Tingkat Nasional akhir tahun ini. Warga ingin menyambut tamu dari seluruh nusantara dengan wajah desa yang rapi dan membanggakan. Deni menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah mengusulkan perbaikan via Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) selama tiga tahun berturut-turut.

Meski dikabarkan disetujui, realisasi dari pihak kabupaten tak kunjung datang. “Tak ingin terus menunggu dalam ketidakpastian, warga akhirnya memilih bergerak bersama,” tegas Deni. Ketegasan ini menunjukkan betapa mendesaknya perbaikan infrastruktur jalan desa demi keselamatan dan kenyamanan publik.

Aksi swadaya ini menjadi bukti kekuatan komunal sekaligus kritik halus bagi pemerintah daerah. Warga berharap langkah proaktif mereka dapat memicu respons nyata dari pemkab untuk merealisasikan pembangunan yang tertunda. Sinergi antara kemauan rakyat dan dukungan anggaran negara seharusnya menjadi solusi terbaik.

Dengan semangat ini, Desa Giriawas berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga infrastruktur jalan desa secara mandiri, sambil terus mendorong akuntabilitas pemerintah dalam memenuhi janji-janji pembangunan yang telah lama ditunggu oleh masyarakat akar rumput.