Daerah

Gepeng dari Lampung dan Jatim Serbu Karawang, Pendapatan Menjanjikan

×

Gepeng dari Lampung dan Jatim Serbu Karawang, Pendapatan Menjanjikan

Sebarkan artikel ini
Penetiban Karawang
Operasi penjangkauan Gelandangan dan pengemis bersama Satpol PP pada Kamis malam (23/7/2026)

KARAWANG – Kabupaten Karawang tidak hanya memikat pencari kerja, tetapi juga menjadi magnet bagi gelandangan, pengemis, pemulung, hingga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari berbagai daerah. Mereka berbondong-bondong datang karena menganggap potensi pendapatan di wilayah ini jauh lebih menjanjikan dibanding daerah asal.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dampak ekonomi gelandangan karawang cukup signifikan dalam menarik migrasi kaum marjinal yang mencari nafkah di jalanan dengan harapan mendapatkan penghasilan harian yang lebih layak dan stabil.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Karawang, Marwati, mengungkapkan hal tersebut usai operasi penjangkauan bersama Satpol PP pada Kamis malam (23/7/2026). Dari 52 orang yang terjaring, sebanyak 18 orang adalah pendatang luar daerah, termasuk dari Bandar Lampung dan Jawa Timur. Posisi strategis sebagai jalur transit serta harga jual barang rongsokan yang mencapai Rp6.000 per kg—lebih tinggi dari daerah lain—menjadi daya tarik utama.

Hal ini membuktikan bahwa dampak ekonomi gelandangan karawang mampu mengubah persepsi para pemulung untuk memilih Karawang sebagai ladang rezeki baru, meskipun hidup di jalanan tetap penuh ketidakpastian dan risiko kesehatan mental maupun fisik.

Petugas juga menemukan enam terduga ODGJ, sebagian merupakan pasien putus obat yang kambuh kembali. Beberapa keluarga bahkan menjemput langsung atau meminta rehabilitasi karena tak sanggup merawat. Di sisi lain, ada pula penerima bansos yang masih mengemis meski sudah mendapat bantuan pemerintah. Petugas memberikan edukasi agar mereka tidak mengulang perilaku tersebut.

Temuan ini menegaskan bahwa dampak ekonomi gelandangan karawang bukan sekadar soal pendapatan, melainkan kompleksitas masalah sosial yang memerlukan pendekatan holistik antara pemulihan kesehatan jiwa, penguatan fungsi keluarga, dan pengawasan ketat terhadap penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.

Sebagai tindak lanjut, empat orang akan mengikuti pelatihan keterampilan tiga bulan di Dinas Sosial Jabar. Marwati menegaskan komitmen menuju target zero gepeng dan ODGJ di jalanan melalui penjangkauan berkelanjutan. Sinergi lintas sektor menjadi kunci mengatasi arus kedatangan pendatang yang terus bergantian.

Dengan memahami akar permasalahan, diharapkan dampak ekonomi gelandangan karawang dapat dikelola secara manusiawi sekaligus tertib, sehingga kota industri ini tetap nyaman bagi warganya tanpa mengabaikan hak-hak dasar kelompok rentan yang terpaksa bertahan hidup di tengah hiruk-pikuk pertumbuhan ekonomi daerah.