BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dengan meriah di Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (25/7/2026). Sekitar 5.000 anak terlibat dalam berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, mulai dari Kids Fun Run, khitanan massal, hingga pertunjukan seni inklusif.
Acara ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam mewujudkan kabupaten layak anak bandung, di mana setiap anak diberikan ruang aman untuk berekspresi, belajar, dan berkembang secara optimal tanpa diskriminasi.
Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Emma Dety, menyatakan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi sejak awal kegiatan. Rangkaian acara dirancang khusus untuk memenuhi hak-hak anak sekaligus menanamkan karakter positif. “Kami ingin Hari Anak Nasional menjadi momentum agar anak-anak merasa bahagia dan memperoleh ruang untuk berkreasi,” ujarnya.
Selain lomba melukis, storytelling, dan fashion show berbahan perca, juga diserahkan Al-Qur’an Braille bagi anak disabilitas. Inisiatif ini menegaskan bahwa prinsip kabupaten layak anak bandung mencakup pemenuhan hak bagi seluruh lapisan anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, sehingga tidak ada satu pun yang tertinggal dalam pembangunan daerah.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau KDS, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dengan Baznas, Biosol, dan Bapenda yang menggabungkan peringatan HAN dengan sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor. Ia menekankan bahwa orang tua, guru, dan lingkungan memiliki tanggung jawab bersama menciptakan ruang bebas perundungan. “Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi,” tegas KDS.
Pendidikan karakter sejak dini dianggap fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Melalui pendekatan holistik ini, upaya mewujudkan kabupaten layak anak bandung tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menyentuh aspek psikologis, fisik, dan sosial ekonomi keluarga melalui edukasi pajak yang disisipkan secara kreatif.
Peringatan HAN yang ditetapkan lewat Keppres No. 44 Tahun 1984 ini menjadi pengingat kolektif akan pentingnya perlindungan anak. Sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan keluarga menjadi kunci keberhasilan program. Dengan dukungan gizi, lingkungan sehat, dan pendidikan berkarakter, Kabupaten Bandung optimis melahirkan generasi unggul.
Komitmen terhadap kabupaten layak anak bandung akan terus diperkuat melalui kebijakan berkelanjutan, memastikan setiap anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, cerdas, dan siap menyongsong masa depan dengan penuh percaya diri serta daya saing global yang mumpuni.




