GARUT – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan bedah buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kapasitas birokrasi melalui pembelajaran kepemimpinan asn garut.
Bupati mengapresiasi buku tersebut karena memuat pelajaran berharga mulai dari identifikasi masalah, formulasi solusi, hingga evaluasi kebijakan. Ia menekankan bahwa sudut pandang eksternal seorang akademisi memberikan objektivitas yang diperlukan birokrasi untuk terus beradaptasi demi membangun Indonesia yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Abdusy menegaskan bahwa setiap pemimpin memiliki gaya berbeda, namun tujuannya tetap sama yaitu pelayanan publik yang optimal. “Seorang akademisi yang menilai birokrasi memberi kita ruang untuk belajar, termasuk saya sendiri masih banyak belajar,” ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan kerendahan hati dan komitmen terhadap pembelajaran kepemimpinan asn garut, di mana pengembangan diri tidak pernah berhenti meskipun seseorang telah menduduki jabatan tertinggi di daerah. Bedah buku ini diharapkan menginspirasi ASN untuk meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan sebagai fondasi reformasi birokrasi yang substantif.
Wamendagri Bima Arya Sugiarto menyampaikan pesan kunci agar ASN senantiasa berjalan bersama warga dan memahami dinamika lapangan. “Jangan pernah jauh dan meninggalkan warga,” tegasnya.
Pesan ini menjadi inti dari pembelajaran kepemimpinan asn garut, mengingatkan bahwa teori kepemimpinan harus diterjemahkan dalam empati dan kedekatan dengan masyarakat. Antusiasme tinggi jajaran ASN Garut diapresiasi Bima Arya sebagai modal penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Semangat belajar ini harus dipertahankan agar transformasi birokrasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek humanis dalam tata kelola pemerintahan.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar materi Babad Alas dapat diimplementasikan dalam tugas sehari-hari. Sinergi antara wawasan teoritis dari tokoh nasional dan praktik lapangan di Garut menjadi formula tepat untuk mencetak aparatur yang adaptif dan responsif. Melalui pembelajaran kepemimpinan asn garut, Pemkab Garut berupaya menciptakan ekosistem birokrasi yang tidak hanya efisien secara prosedural, tetapi juga peka terhadap aspirasi rakyat.
Pada akhirnya, peningkatan kapasitas SDM aparatur adalah investasi jangka panjang bagi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Garut secara berkelanjutan.




