SUMEDANG – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan posisi strategis perempuan dalam fondasi kebangsaan saat membuka Seminar Nasional Ruang Pulih bertema ‘Pulih Bertumbuh dan Berdampak’ di Gedung Negara, Selasa (28/7/2026). Dalam sambutannya, Dony mengutip prinsip Islam yang menyebut ibu sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya. “Wanita adalah penyangga negeri, jika baik maka negerinya akan baik dan sebaliknya jika rusak maka negerinya pun akan rusak,” ujarnya dengan tegas.
Pernyataan ini menyoroti urgensi peran wanita sebagai penyangga negeri, di mana kualitas moral dan intelektual seorang ibu secara langsung menentukan karakter generasi penerus yang akan memimpin bangsa di masa depan.
Dony menjelaskan bahwa ibu merupakan tiang negara dan sumber kasih sayang utama dalam keluarga. Ketika seorang perempuan mampu bangkit dari keterpurukan atau masalah, dampaknya tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi merambat ke seluruh anggota keluarga. “Ketika seorang perempuan pulih, dia memperkuat keluarga. Ketika perempuan pulih, negara pun akan maju,” tambah Bupati.
Visi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memberdayakan kaum hawa melalui berbagai program edukasi dan kesehatan. Penguatan peran wanita sebagai penyangga negeri menjadi kunci stabilitas sosial, karena ketahanan keluarga adalah unit terkecil yang membentuk ketahanan nasional yang kokoh dan berdaya saing global.
Seminar ini menghadirkan narasumber inspiratif seperti Mang Asep dari Women Power Institute, Susi Gantini (Ketua TP PKK Sumedang), dan Yanti Krisyana Dewi (Ketua DWP Jawa Barat). Mang Asep memberikan apresiasi tinggi terhadap keramahan warga Sumedang. “Sumedang istimewa, bukan hanya budaya dan kulinernya, tapi masyarakatnya yang religius dan guyub,” katanya. Ia berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga demi kemajuan daerah.
Kolaborasi antara pemangku kepentingan dan tokoh perempuan dalam forum ini memperkuat narasi peran wanita sebagai penyangga negeri, menciptakan ekosistem dukungan yang memungkinkan perempuan berkembang maksimal tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya lokal.
Melalui seminar ini, Pemkab Sumedang berkomitmen melanjutkan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor. Dony mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan mentalitas yang pulih dan bertumbuh, perempuan dapat memberikan dampak luas bagi pembangunan daerah.
Implementasi nyata dari peran wanita sebagai penyangga negeri akan terlihat dari meningkatnya indeks kebahagiaan keluarga dan penurunan angka kenakalan remaja, membuktikan bahwa investasi pada perempuan adalah investasi terbaik bagi masa depan Kabupaten Sumedang yang Maju, Unggul, dan Berkah.




