TASIKMLAYA – Insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di Kampung Sukasenang, Kelurahan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Selasa (28/7/2026). Sebuah mobil Toyota Calya yang dikemudikan oleh seorang pengemudi pemula hilang kendali saat sedang berlatih mengemudi. Kendaraan tersebut menyerempet mobil lain dan sepeda motor ojek online sebelum akhirnya menghantam pilar gapura dengan keras. Benturan hebat menyebabkan struktur pilar mengalami kerusakan parah dan berpotensi roboh, membahayakan keselamatan warga sekitar.
Melihat kondisi kritis ini, petugas Damkar Kota Tasikmalaya segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi kendaraan damkar tasikmalaya guna mencegah jatuhnya korban jiwa atau kerusakan infrastruktur yang lebih luas akibat beban berat mobil yang masih menekan pilar.
Koordinator Lapangan Damkar Kota Tasikmalaya, Hendrik Setiana, membenarkan pihaknya menerima laporan pada pukul 10.05 WIB. Regu 2 langsung meluncur ke lokasi dan tiba dua menit kemudian. “Petugas Damkar melakukan evakuasi mobil di wilayah Indihiang,” ujar Hendrik. Proses penyelamatan ini dilakukan meskipun bukan kasus kebakaran, mengingat Damkar memiliki kewenangan penuh dalam operasi rescue dan mitigasi bencana non-alam. Dengan menggunakan satu unit fire truck, petugas bekerja cepat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memindahkan posisi mobil yang terjepit.
Aksi evakuasi kendaraan damkar tasikmalaya ini berhasil diselesaikan dalam waktu 20 menit, tepatnya pukul 10.27 WIB, setelah memastikan stabilitas struktur gapura yang retak akibat benturan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Devi Budi Radiansyah, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyerahkan penanganan lanjutan kepada Polsek Indihiang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski kerugian material cukup signifikan meliputi kerusakan pada tiga kendaraan dan fasilitas umum. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para pengemudi pemula untuk selalu didampingi instruktur bersertifikat dan memilih area latihan yang aman.
Peran cepat tanggap dalam evakuasi kendaraan damkar tasikmalaya sangat krusial dalam situasi darurat seperti ini, di mana setiap detik menentukan keselamatan publik dari reruntuhan bangunan yang tidak stabil pasca-tabrakan.
Warga setempat, Aep, yang pertama kali melaporkan kejadian, mengaku waswas melihat goyangan pilar gapura. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati di jalan raya. Kesadaran masyarakat untuk segera memanggil pihak berwenang terbukti efektif meminimalisir risiko. Kolaborasi antara warga, Damkar, dan kepolisian menunjukkan sistem tanggap darurat yang solid.
Melalui prosedur evakuasi kendaraan damkar tasikmalaya yang terstandarisasi, potensi bencana sekunder akibat infrastruktur rusak dapat dicegah, menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan Indihiang tetap terjaga meski di tengah hiruk-pikuk aktivitas pagi hari.




