GARUT – Lapangan Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, berubah menjadi arena pertempuran skill saat Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Usia Dini piala soeratin garut 2026 pembibitan atlet kategori U-13 dan U-15, Sabtu (1/8/2026). Kehadiran orang nomor satu di Garut ini bukan sekadar formalitas, melainkan sinyal kuat bahwa Pemkab Garut serius menggarap sektor olahraga prestasi dari akar rumput. Turut hadir Kepala Dispora, Ketua KONI, Camat Pamulihan, hingga perwakilan KNPI, menunjukkan dukungan penuh ekosistem olahraga daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Syakur membedah dunia olahraga menjadi tiga pilar: prestasi, pendidikan, dan pariwisata. Ia menekankan bahwa kunci sukses olahraga prestasi adalah kompetisi yang teratur, berjenjang, dan berkesinambungan. “Kita ingin mendorong olahraga prestasi Kabupaten semakin maju. Caranya dengan melakukan pembibitan dan mencari anak-anak potensial,” tegas Syakur. Melalui momentum piala soeratin garut 2026 pembibitan atlet, ia berharap dapat menyaring talenta-talenta muda yang siap dibawa ke tingkat yang lebih tinggi. Ia juga berpesan agar pertandingan berlangsung aman, tertib, dan sportif.
Ketua Askab PSSI Garut, Amar Komarudin, menjelaskan bahwa turnamen ini adalah agenda rutin untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat. Uniknya, tahun ini lokasi dipilih di Desa Pakenjeng dengan strategi ganda. Selain mencari bakat bola, acara ini juga dimaksudkan untuk menggali potensi wisata lokal, khususnya destinasi Curug Sanghyang Taraje. “Daerah tersebut memiliki potensi yang harus digali untuk menjadi desa wisata yang mengharumkan nama kabupaten,” ujar Amar. Ini membuktikan bahwa piala soeratin garut 2026 pembibitan atlet tidak hanya soal skor di lapangan, tapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Amar berharap kegiatan ini terus berlanjut sehingga mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan UMKM. Dengan adanya event besar seperti ini, diharapkan warga luar Garut juga tertarik berkunjung. Dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi angin segar bagi perkembangan sepak bola usia dini. Para peserta kini dituntut untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka. Sukses atau tidaknya piala soeratin garut 2026 pembibitan atlet ini akan menjadi tolak ukur keseriusan Garut dalam mencetak generasi emas olahraga di masa depan. Semua mata tertuju pada para bocah ini, siapa tahu salah satunya adalah calon bintang Timnas masa depan.




