SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiapkan solusi permanen untuk mengatasi kerusakan Jalan Haurpapak, Kecamatan Surian, yang terus mengalami amblas akibat pergerakan tanah.
Ruas jalan tersebut diketahui telah tiga kali diperbaiki dengan anggaran mencapai miliaran rupiah. Namun, kondisi tanah yang labil membuat badan jalan kembali bergeser dan mengalami kerusakan.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, persoalan Jalan Haurpapak bukan semata kerusakan konstruksi, melainkan berkaitan dengan kondisi geologis kawasan yang mengalami pergerakan tanah.
“Pemda Sumedang sudah tiga kali melakukan perbaikan Jalan Haurpapak di Kecamatan Surian dan menelan biaya miliaran rupiah. Hanya saja, kondisi tanah di jalan tersebut labil dan terus mengalami pergerakan. Setiap kali dibangun, jalannya bergeser, amblas dan berpindah-pindah lagi,” ujar Dony saat diwawancarai di Desa Ambit, Kecamatan Situraja, Jumat (7/8/2026).
Menurut Dony, hasil penelitian dan kajian menunjukkan perbaikan pada trase lama berpotensi kembali mengalami kerusakan. Karena itu, Pemkab Sumedang memilih menyiapkan jalur baru sebagai solusi jangka panjang.
“Karena itu, untuk tahun ini kami akan mengupayakan pemindahan ruas jalan ke lahan Perhutani. Hasil penelitian menunjukkan kalau tetap dibangun di tempat yang sama, jalan akan kembali amblas karena ada pergerakan tanah,” katanya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkab Sumedang telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Kehutanan terkait penggunaan lahan kehutanan sebagai trase baru Jalan Haurpapak.
Dony menyebut proses pengajuan tersebut telah berlangsung lebih dari satu tahun. Pemkab Sumedang juga kembali mendatangi kementerian untuk memperkuat sekaligus mempercepat proses pengajuan.
“Sudah lebih dari satu tahun kami mengajukan ke Kementerian Kehutanan. Kami juga sudah datang kembali ke kementerian untuk menyampaikan dan memperkuat pengajuan penggunaan trase jalan yang baru. Sekarang kami masih menunggu prosesnya,” ungkapnya.
Sambil menunggu proses rekomendasi dan perizinan, Pemkab Sumedang tetap melakukan penanganan sementara terhadap titik-titik jalan yang mengalami amblas.
“Kami tidak diam. Sudah tiga kali kami perbaiki, tetapi karena tanahnya terus bergerak, jalan kembali amblas. Untuk penanganan sementara, bagian jalan yang mengalami amblas akan kami perbaiki terlebih dahulu agar tetap nyaman dan aman digunakan masyarakat,” tegas Dony.
DED Trase Baru Sudah Disiapkan
Untuk penanganan permanen, Pemkab Sumedang telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) pembangunan trase baru. Rencana tersebut juga akan dimasukkan dalam anggaran perubahan.
“DED untuk pemindahan trase sudah kami siapkan. Kami juga akan menyiapkannya dalam anggaran perubahan. Insyaallah, tahun depan penanganan permanennya bisa selesai melalui jalur yang baru,” tutur Dony.
Pemindahan trase diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang sekaligus mencegah anggaran daerah kembali terserap untuk memperbaiki ruas jalan yang sama akibat pergerakan tanah.
Dony berharap proses rekomendasi dan perizinan penggunaan lahan dari Kementerian Kehutanan segera selesai sehingga pembangunan jalur baru dapat direalisasikan.
“Kami ingin persoalan ini segera diselesaikan secara permanen karena yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Kami tidak ingin sampai terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang terus mengalami amblas,” pungkasnya.




