MANCHESTER – Michael Carrick mulai membangun Manchester United untuk menghadapi musim 2026/2027 dengan pendekatan yang lebih pragmatis. Setelah dipercaya sebagai pelatih kepala hingga 2028, Carrick fokus memperkuat struktur tim, memperdalam skuad, sekaligus mengembalikan karakter permainan Manchester United yang lebih agresif.
Salah satu perhatian utama Carrick berada di bursa transfer. Alih-alih mengejar nama besar secara berlebihan, pelatih asal Inggris tersebut memilih pemain yang dinilai sesuai dengan kebutuhan taktis tim.
Youri Tielemans dan Andrey Santos disebut menjadi bagian dari strategi tersebut. Keduanya diharapkan mampu menambah kualitas sekaligus fleksibilitas lini tengah. Manchester United juga memperkuat sektor tersebut dengan mendatangkan Ederson dari Atalanta.
Pendekatan itu menjadi penting karena Manchester United akan kembali tampil di Liga Champions. Padatnya jadwal kompetisi membuat kedalaman skuad menjadi salah satu pekerjaan utama Carrick.
Carrick tidak hanya mengandalkan pemain senior. Sejumlah pemain muda dari akademi seperti Harry Amass dan Toby Collyer mulai mendapatkan ruang untuk masuk ke dalam rencana tim utama.
Kebijakan tersebut memungkinkan Manchester United memiliki lebih banyak opsi ketika harus menjalani pertandingan dalam waktu berdekatan.
Di sisi permainan, Carrick juga mulai membawa perubahan. Manchester United diarahkan bermain lebih agresif dengan mengandalkan pressing tinggi serta transisi cepat ketika kehilangan maupun mendapatkan bola.
Gambaran tersebut terlihat dalam laga pramusim ketika Manchester United mampu menahan imbang Paris Saint-Germain 1-1 di Gothenburg.
Permainan agresif tersebut menjadi bagian dari upaya Carrick mengubah karakter Manchester United. Penguasaan bola tidak sekadar dipertahankan, tetapi harus diikuti keberanian menekan lawan dan melakukan transisi secara cepat.
Selain persoalan taktik dan transfer, pendekatan personal menjadi aspek lain yang menarik dari kepemimpinan Carrick.
Sebagai mantan kapten Manchester United, Carrick memiliki pemahaman mengenai kultur klub dan tuntutan bermain di Old Trafford. Ia juga memberikan kesempatan kedua kepada sejumlah pemain yang sebelumnya belum mampu menunjukkan performa terbaik.
Marcus Rashford menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian dalam proses tersebut. Carrick berupaya memberikan ruang agar Rashford kembali menemukan kepercayaan diri dan performa terbaiknya dalam sistem permainan yang baru.
Dengan kombinasi transfer yang lebih terukur, kedalaman skuad, kesempatan bagi pemain muda, serta perubahan pendekatan taktis, Carrick mencoba membangun Manchester United yang lebih stabil.
Musim 2026/2027 akan menjadi ujian penting. Kembalinya Manchester United ke Liga Champions membuat tuntutan terhadap Carrick jauh lebih besar. Ia bukan hanya dituntut memperbaiki posisi klub di kompetisi domestik, tetapi juga memastikan skuad mampu bersaing ketika harus menghadapi jadwal Eropa yang padat.
Jika pendekatan tersebut berjalan sesuai rencana, Manchester United berpeluang memasuki musim baru dengan fondasi yang lebih jelas: tidak sekadar mengandalkan nama besar, tetapi memiliki struktur permainan dan kedalaman skuad yang sesuai dengan kebutuhan kompetisi.








