Internasional

Wali Kota Menangis! Gempa Kolombia M 7,4 Lumpuhkan Pereira

×

Wali Kota Menangis! Gempa Kolombia M 7,4 Lumpuhkan Pereira

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Pereira menyampaikan keterangan resmi terkait kondisi darurat dan dampak memilukan yang dialami warga warganya
Gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026) menyisakan duka mendalam dan kerusakan hebat

PEREIRA – Gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026) menyisakan duka mendalam dan kerusakan hebat di berbagai wilayah, termasuk Kota Pereira.

Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar menahan haru, Wali Kota Pereira menyampaikan keterangan resmi terkait kondisi darurat dan dampak memilukan yang dialami warga warganya.

“Laporannya sangat kritis. Sudah sekitar 60 orang meninggal dan ribuan orang terluka. Beberapa rumah sakit hampir kolaps,” ujar Wali Kota Pereira saat memberikan keterangan di hadapan awak media.

Ia mengungkapkan, dampak kerusakan fisik di kota tersebut sangat masif. Tercatat sedikitnya 18 bangunan ambruk akibat guncangan hebat gempa, dan proses evakuasi masih terus dilakukan secara maraton.

“Ada 18 bangunan yang ambruk dan di 15 di antaranya masih ada orang yang terjebak. Ini tragedi besar bagi seluruh kota Pereira, bagi ribuan keluarga,” tuturnya dengan nada emosional.

Lebih lanjut, ia menggambarkan betapa mencekamnya kondisi di lapangan pasca-gempa. Menurutnya, pemandangan kehancuran hampir terlihat di setiap sudut kota, sementara warga masih berada dalam kondisi trauma berat.

“Ke mana pun kita lihat hanya kehancuran, kematian, dan luka-luka. Orang-orang masih bingung dan belum pulih dari keterkejutan,” jelasnya.

Di tengah situasi serba sulit tersebut, Wali Kota Pereira menegaskan komitmen pemerintah setempat untuk tidak meninggalkan warganya. Ia mengimbau seluruh pihak untuk saling menguatkan serta mendesak Pemerintah Pusat Kolombia agar segera menerjunkan bantuan berskala besar untuk proses rekonstruksi.

“Tapi kami tetap di sini. Kita akan terus maju dengan pertolongan Tuhan. Kami sangat membutuhkan bantuan Pemerintah Pusat karena sekarang yang harus dilakukan adalah membangun kembali kota. Kami tetap beriman kepada Tuhan untuk terus bekerja demi kota Pereira,” tegasnya.