SPIRITS.Id – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,0 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) dini hari turut dirasakan hingga Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sejumlah warga di Kota Mataram, NTB, yang baru selesai menjalankan ibadah maupun tengah melakukan aktivitas membersihkan rumah langsung keluar dan berkumpul di jalan setelah merasakan guncangan gempa. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Perumahan Puri Anggrek.
“Gempa itu bikin kaget karena terjadi saat jam sibuk menyiapkan anak ke sekolah,” kata salah seorang warga bernama Veronika, NTB, Sabtu.
Veronika menuturkan, guncangan gempa terasa seperti gerakan mengayun dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut bahkan membuat kepalanya terasa pusing, seperti mengalami jet lag setelah melakukan perjalanan menggunakan pesawat.
Mengacu pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 05.58 WITA. Episentrum gempa berada di wilayah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Gempa tercatat berada pada koordinat 8,33 derajat lintang selatan dan 121,32 derajat bujur timur, dengan kedalaman mencapai 10 kilometer.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah, yakni 0,19 meter di Sikka dan 0,36 meter di Labuan Bajo, NTT. Sementara di Dompu, NTB, gelombang tsunami tercatat mencapai 0,17 meter.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta terus memantau informasi resmi terkait perkembangan gempa serta kemungkinan terjadinya gempa susulan.
“Tadi saat lagi tidur tiba-tiba semua benda di kamar bergoyang, ternyata itu gempa bumi. Semoga tidak terjadi hal buruk di daerah pusat gempa,” ucap Adam, salah seorang warga Lombok lainnya.








