Daerah

Bupati Garut Ungkap Progres Perbaikan Jalan Banjarwangi, Fisik Dimulai September

×

Bupati Garut Ungkap Progres Perbaikan Jalan Banjarwangi, Fisik Dimulai September

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menjelaskan progres perbaikan Jalan Banjarwangi di Garut.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan progres perbaikan Jalan Banjarwangi usai menghadiri Pelantikan PC Muslimat NU Kabupaten Garut, Sabtu (15/8/2026)

GARUT — Pemerintah Kabupaten Garut memastikan perbaikan Jalan Banjarwangi terus berprogres. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengungkapkan ruas jalan tersebut kini memasuki tahap lelang setelah memperoleh alokasi anggaran Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) sekitar Rp42 miliar.

Hal itu disampaikan Syakur usai menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Garut di Gedung Islamic Centre, Garut Kota, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, penanganan Jalan Banjarwangi telah diusulkan sejak 2025 kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui program IJD dengan dukungan anggota DPR RI Imas Aan dan Ade Ginanjar.

“Karena ada beberapa titik yang masih berpotensi bencana, pada awalnya usulan belum bisa direalisasikan karena waktu pelaksanaan hanya empat bulan,” ujarnya.

APBD Rp5 Miliar Jadi Penanganan Awal

Untuk memenuhi persyaratan teknis program IJD, Pemkab Garut mengalokasikan Rp5 miliar melalui APBD 2026 guna memperbaiki titik-titik rawan bencana sekaligus mempersiapkan kondisi jalan.

“Makanya pada tahun 2026 kita lakukan perbaikan itu supaya ketika ada program IJD lagi kita sudah siap,” kata Syakur.

Ia menegaskan anggaran daerah tidak dapat difokuskan sepenuhnya pada satu ruas jalan karena masih banyak infrastruktur lain yang membutuhkan penanganan.

Kontrak Akhir Agustus, Pekerjaan Dimulai September

Syakur menjelaskan alokasi IJD senilai sekitar Rp42 miliar telah ditetapkan pada Agustus 2026. Saat ini proyek memasuki proses lelang dengan target penandatanganan kontrak pada akhir Agustus.

Pekerjaan fisik dijadwalkan dimulai pada September 2026 dan akan dikerjakan secara paralel dari dua sisi agar dapat selesai sesuai batas waktu empat bulan.

Bupati juga memastikan kualitas konstruksi menjadi perhatian utama, termasuk penggunaan beton setebal 40 sentimeter sesuai standar pemerintah pusat.

“Kita ingin membangun itu benar-benar sesuai kebutuhan dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” pungkasnya.