SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama DKM Masjid Agung menggelar Tabligh Akbar HUT RI ke-81 Sumedang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (20/8/2026) malam. Dua ulama terkemuka, KH Yayan Bunyamin dan KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, menjadi penceramah utama dalam momentum sakral yang memadukan semangat nasionalisme dan spiritualitas keagamaan bagi jamaah yang hadir.
Mewakili Bupati Sumedang, Asisten Kesra Setda Dian Sukmara menegaskan bahwa pembangunan manusia berkarakter Sumedang adalah esensi sejati dari mengisi kemerdekaan usia 81 tahun. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hadiah gratis melainkan buah pengorbanan pahlawan yang harus diisi dengan karya nyata, persatuan, dan kemaslahatan umat, bukan sekadar seremonial belaka. Refleksi perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun peradaban berakhlak menjadi teladan mutlak bagi warga Sumedang hari ini.
Dian menekankan bahwa pembangunan manusia berkarakter Sumedang tidak boleh terpinggirkan oleh euforia pembangunan infrastruktur fisik semata. Kemajuan ekonomi, jalan raya, pendidikan, dan pelayanan publik wajib ditopang oleh agama sebagai landasan moral serta budaya sebagai jati diri bangsa. Tanpa keseimbangan ini, kemajuan material hanya akan menghasilkan masyarakat yang rapuh secara spiritual dan kehilangan arah tujuan bernegara yang sesungguhnya sesuai nilai-nilai luhur Pancasila.
Acara Tabligh Akbar HUT RI ke-81 Sumedang ini menjadi pengingat keras bahwa negara membutuhkan manusia berilmu, bersatu, dan berkeadilan. Pesan moral dari para penceramah diharapkan mampu menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi aktif menciptakan Sumedang yang madani. Kemerdekaan yang hakiki hanya dapat diraih ketika setiap individu mampu menjadikan akhlak mulia sebagai kompas dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi keberlanjutan NKRI.




