TASIKMALAYA — Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya memasuki usia ke-65 dengan tekad memperkuat perannya dalam membentuk generasi muda yang unggul, tangguh dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.
Semangat tersebut mengemuka dalam Puncak Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Senin (24/8/2026).
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, nilai-nilai kepramukaan harus terus diperkuat agar mampu menjadi fondasi pembentukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
“Spirit anak muda, spirit Pramuka ini harus menjadi landasan untuk pembentukan SDM yang unggul,” tutur Viman.
Menurutnya, Pramuka memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu, Pemkot Tasikmalaya juga mendorong penguatan pembinaan Pramuka Garuda melalui sinergi dengan dunia pendidikan.
Viman menyebut prestasi anggota Pramuka Garuda diharapkan dapat membuka akses lebih luas terhadap pendidikan berkualitas, termasuk kesempatan melanjutkan pendidikan ke sekolah maupun perguruan tinggi unggulan.
Selain itu, Pemkot Tasikmalaya berencana mengembangkan bumi perkemahan di kawasan Situ Cibeureum. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang pendidikan nonformal bagi generasi muda.
Menurut Viman, bumi perkemahan bukan sekadar tempat mendirikan tenda, tetapi dapat menjadi ruang pembelajaran untuk menanamkan kedisiplinan, kemandirian, nasionalisme, kepedulian lingkungan dan kecintaan terhadap tanah air.
“Nasionalisme ini hari ini menjadi PR, tantangan yang luar biasa. Melalui Pramuka, melalui Dasa Darma, kita membangun SDM yang nasionalismenya baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf menegaskan, peringatan Hari Pramuka tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial.
Menurutnya, usia 65 tahun harus menjadi momentum memperkuat komitmen membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, tangguh, peduli dan siap mengabdi kepada masyarakat.
“Peringatan Hari Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Peringatan ini merupakan momentum untuk mengenang perjalanan panjang Gerakan Pramuka sekaligus memperkuat komitmen kita dalam membentuk generasi muda,” kata Yusuf.
Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya telah mencatat sejumlah prestasi, termasuk predikat Kwarcab Tergiat, partisipasi dalam Jambore Nasional serta peningkatan jumlah Pramuka Garuda.
Namun, Yusuf mengingatkan capaian tersebut harus menjadi pemacu untuk terus melakukan inovasi.
Salah satunya melalui pengembangan Kampung Pramuka yang diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat gotong royong, kepedulian sosial, kreativitas, kemandirian dan pemberdayaan masyarakat.
Kwarcab juga memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Di bidang pendidikan, kerja sama dilakukan bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Siliwangi (Unsil), khususnya untuk pelaksanaan Kursus Mahir Dasar (KMD).
Sementara untuk membangun generasi yang sehat dan bebas narkoba, Kwarcab menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Satuan Karya Pramuka Anti Narkoba.
Kolaborasi dengan Bawaslu juga dilakukan melalui pembentukan Saka Adhyasta Pemilu untuk memperkuat wawasan kebangsaan, demokrasi, integritas dan tanggung jawab generasi muda.
Yusuf menilai tantangan generasi muda semakin kompleks di tengah perkembangan teknologi digital. Di satu sisi, teknologi membuka peluang belajar dan berkreasi, tetapi di sisi lain menghadirkan ancaman seperti informasi palsu, perundungan dan menurunnya kepedulian sosial.
Karena itu, Gerakan Pramuka dituntut bertransformasi menjadi ruang pendidikan yang relevan dengan kehidupan anak muda tanpa kehilangan nilai gotong royong, tanggung jawab, kepedulian dan cinta tanah air.
“Pramuka harus mampu menjadi ruang pendidikan yang menyenangkan, kreatif, adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman,” pungkasnya.
Usia 65 tahun pun diharapkan menjadi titik baru bagi Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya untuk bergerak lebih jauh dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh, berkarakter dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.





