Daerah

Dian Sukmara: Kemerdekaan Sesungguhnya Ada di Dalam Hati

×

Dian Sukmara: Kemerdekaan Sesungguhnya Ada di Dalam Hati

Sebarkan artikel ini
Asisten Pemkesra Setda Kabupaten Sumedang Dian Sukmara memimpin apel pagi ASN di Lapangan Setda Sumedang, Senin (31/8/2026).
Asisten Pemkesra Setda Kabupaten Sumedang Dian Sukmara memimpin apel pagi ASN di Lapangan Setda Sumedang, Senin (31/8/2026).

SUMEDANG — Kemerdekaan ternyata bukan hanya soal terbebas dari penjajahan. Bagi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Kabupaten Sumedang, Dian Sukmara, kemerdekaan juga menyangkut sesuatu yang lebih dekat: hati dan pikiran manusia.

Pesan itu disampaikan Dian saat memimpin Apel Pagi lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumedang di Lapangan Setda, Senin (31/8/2026).

Di hadapan jajaran ASN, Dian mengingatkan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Ada kebahagiaan, kesedihan, kehilangan, kekurangan hingga berbagai persoalan yang harus dihadapi.

Karena itu, kesabaran menjadi bekal penting.

“Sabar itu tidak bertepi dan jangan pernah sabar kita terhenti. Karena yang namanya sabar itu tidak ada batasnya,” ujar Dian.

Menurutnya, berbagai ujian kehidupan tidak seharusnya dihadapi dengan keluhan. Kesabaran justru menjadi jalan untuk menerima keadaan sekaligus menjaga hati tetap tenang.

Dian kemudian membawa pesan tersebut ke dalam makna kemerdekaan.

Memasuki momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ia mengajak ASN tidak hanya memaknai kemerdekaan sebagai sejarah bangsa, tetapi juga sebagai keadaan batin.

“Kemerdekaan sesungguhnya ada pada hati kita masing-masing. Maka, jagalah hati kita untuk tetap merdeka,” katanya.

Menurut Dian, manusia akan lebih merdeka ketika mampu menerima keadaan dengan hati yang lapang dan menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari kebaikan.

Sebaliknya, hati yang terus dipenuhi penolakan, ketidakpuasan dan prasangka justru dapat membuat seseorang kehilangan kemerdekaan dalam dirinya sendiri.

Untuk menjaga hati dan pikiran tetap terbuka, Dian mengajak ASN menerapkan prinsip open mind, open heart.

Ia kemudian menerjemahkannya melalui kearifan lokal Sunda: “jembar panalarna, jembar hatena, jembar amaliahna.”

“Artinya, kita harus memiliki pikiran yang luas, hati yang luas, dan amal yang luas,” tuturnya.

Bagi Dian, nilai tersebut penting bagi ASN yang setiap hari berhadapan dengan berbagai persoalan masyarakat. Pikiran yang luas membuat seseorang tidak mudah menghakimi. Hati yang luas membuat seseorang mampu menerima perbedaan. Sedangkan amal yang luas mendorong seseorang untuk memberikan manfaat lebih banyak.

Dian juga mengingatkan jajaran ASN agar bekerja dengan prinsip taliti, ati-ati, tur akur—teliti, berhati-hati dan menjaga kerukunan.

Nilai tersebut, menurutnya, penting agar setiap keputusan yang diambil aparatur tidak hanya benar secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat.

Ia berharap momentum kemerdekaan menjadi kesempatan bagi seluruh ASN untuk memperbaiki diri.

“Semoga di hari kemerdekaan yang ke-81 ini, kita menjadi bangsa yang besar jiwanya, bening dan jernih hatinya, menerima segala sesuatu sebagai anugerah dari Allah SWT,” pungkasnya.