Olahraga

Revolusi Skuad Ala Newcastle: Beli 8 Pemain Baru, Jual Tiga Pilar

×

Revolusi Skuad Ala Newcastle: Beli 8 Pemain Baru, Jual Tiga Pilar

Sebarkan artikel ini
Matthias Jaissle memimpin revolusi skuad Newcastle United pada bursa transfer musim panas 2026.
Matthias Jaissle memimpin revolusi skuad Newcastle United pada bursa transfer musim panas 2026.

NEWCASTLE – Newcastle United menutup bursa transfer musim panas 2026 dengan melakukan perombakan besar-besaran di bawah manajer baru Matthias Jaissle.

The Magpies mendatangkan delapan pemain tim utama, mayoritas berusia muda, sekaligus melepas sejumlah pemain penting. Langkah tersebut menandai dimulainya era baru Newcastle setelah klub gagal memenuhi ekspektasi pada musim sebelumnya.

Rekrutan terakhir Newcastle adalah penyerang Belgia, Matias Fernandez-Pardo, yang didatangkan dari Lille pada hari terakhir bursa transfer. Pemain berusia 21 tahun itu menandatangani kontrak jangka panjang dan menjadi rekrutan kedelapan Newcastle pada musim panas ini.

Menurut laporan media Inggris, nilai transfer Fernandez-Pardo mencapai sekitar £51,4 juta, meski Newcastle tidak mengungkapkan nilai resmi kesepakatan.

Delapan Rekrutan Baru Newcastle

Fernandez-Pardo melengkapi proyek regenerasi skuad Newcastle yang sebelumnya sudah mendatangkan tujuh pemain.

Berikut daftar pemain yang masuk:

– Matias Fernandez-Pardo – Lille, penyerang, sekitar £51,4 juta.
– Nico González – Manchester City, gelandang.
– Amar Dedić – Benfica, bek kanan.
– Bazoumana Touré – Hoffenheim, winger.
– Aladji Bamba – Monaco, gelandang bertahan.
– Lukáš Horníček – Braga, penjaga gawang.
– Sean Steur – Ajax, gelandang.
– Ewen Jaouen – Reims, penjaga gawang.

Premier League sebelumnya mencatat lima rekrutan Newcastle pada awal Agustus, yakni Horníček, Touré, Steur, Bamba dan Jaouen. Setelah itu Newcastle menambah Dedić, González dan Fernandez-Pardo.

Fernandez-Pardo menjadi salah satu rekrutan yang paling menarik perhatian. Newcastle menyebut pemain serbabisa tersebut dapat bermain di area tengah maupun melebar dan memiliki karakter permainan langsung serta intensitas tinggi.

Tiga Pilar Utama Dilepas

Revolusi tidak hanya terjadi melalui perekrutan pemain baru. Newcastle juga melepas sejumlah nama penting.

Sandro Tonali menjadi salah satu kepergian terbesar setelah bergabung dengan Tottenham Hotspur dalam kesepakatan yang dapat mencapai sekitar £100 juta. Sementara Bruno Guimarães pindah ke Arsenal dengan nilai sekitar £75 juta.

Anthony Gordon juga meninggalkan St James’ Park dan bergabung dengan Barcelona dengan nilai sekitar £69,3 juta. Ketiga transfer tersebut menghasilkan pemasukan besar sekaligus mengubah wajah lini tengah dan serangan Newcastle.

Selain tiga nama tersebut, Nick Woltemade juga dipinjamkan ke Juventus setelah hanya semusim berada di Newcastle. Pemain asal Jerman itu sebelumnya didatangkan dari Stuttgart dengan nilai yang dapat mencapai £69 juta.

Dengan demikian, Newcastle melakukan perubahan signifikan terhadap struktur skuad hanya dalam satu jendela transfer.

Era Baru Matthias Jaissle

Perombakan tersebut menjadi bagian dari proyek Jaissle setelah pelatih asal Jerman itu ditunjuk sebagai manajer baru Newcastle.

Jaissle datang dengan gagasan membangun skuad yang lebih muda, dinamis dan memiliki intensitas tinggi. Pada awal Agustus, ia mengatakan telah memiliki gambaran mengenai kebutuhan skuad, tetapi tetap ingin terlebih dahulu mengenal para pemain yang ada di klub.

Kedatangan pemain-pemain muda seperti Touré, Bamba, Steur, Dedić, Horníček dan Fernandez-Pardo menunjukkan arah pembangunan skuad Newcastle untuk jangka panjang.

Di sisi lain, penjualan Tonali, Guimarães dan Gordon menunjukkan keberanian klub melakukan perubahan terhadap pemain-pemain yang sebelumnya menjadi bagian penting proyek Newcastle.

Belanja Besar, Tetapi Diimbangi Penjualan

Aktivitas transfer Newcastle berlangsung agresif. Sejumlah laporan memperkirakan belanja Newcastle mendekati £300 juta untuk delapan pemain senior baru, sementara pemasukan dari penjualan pemain-pemain utama juga berada di kisaran ratusan juta pound.

Perubahan tersebut membuat Newcastle tidak sekadar mengejar nama besar, tetapi mencoba membangun komposisi skuad yang lebih sesuai dengan filosofi Jaissle.

Fernandez-Pardo menjadi simbol terakhir dari revolusi tersebut. Pada usia 21 tahun, ia diharapkan menjadi bagian penting dari masa depan Newcastle sekaligus memberikan opsi baru di lini depan.

Dengan bursa transfer telah ditutup, tantangan berikutnya berada di tangan Jaissle: menggabungkan para pemain baru dengan skuad yang tersisa dan mengubah investasi besar tersebut menjadi performa di lapangan.