Olahraga

Frank Lampard Pusing: Coventry Nir Gol, Kalah Beruntun 4 Pertandingan

×

Frank Lampard Pusing: Coventry Nir Gol, Kalah Beruntun 4 Pertandingan

Sebarkan artikel ini
Frank Lampard belum mampu membawa Coventry City keluar dari tren buruk Liga Primer Inggris 2026/2027
Frank Lampard belum mampu membawa Coventry City keluar dari tren buruk Liga Primer Inggris 2026/2027

COVENTRY – Frank Lampard belum mampu membawa Coventry City keluar dari tren buruk Liga Primer Inggris 2026/2027. Coventry kembali menelan kekalahan setelah dihantam Brighton & Hove Albion dengan skor telak 0-5.

Hasil tersebut membuat Coventry mencatatkan statistik kelam. Mereka menjadi tim kedua dalam sejarah Premier League yang kalah dalam empat pertandingan pembuka musim tanpa mencetak satu gol pun, menyamai catatan buruk Crystal Palace pada musim 2017/2018.

Meski timnya tampil di bawah tekanan, Lampard berusaha menjaga optimisme dengan menyampaikan pesan “And yet” atau “namun demikian”. Ia menilai Coventry masih sempat memberikan perlawanan dan menciptakan peluang, termasuk ketika harus bermain dengan 10 pemain.

Namun, kekalahan telak ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri tim promosi tersebut sedang berada dalam kondisi buruk.

Brighton Unggul lewat Kostoulas

Brighton tampil dominan sejak awal pertandingan. Di bawah asuhan Fabian Hürzeler, lini serang The Seagulls tetap produktif meski telah kehilangan Danny Welbeck.

Brighton bahkan disebut sebagai salah satu tim dengan jumlah gol dan penciptaan peluang besar terbanyak di liga musim ini. Dominasi itu membuahkan hasil pada menit ke-35 melalui Charalampos Kostoulas.

Gol tersebut berawal dari umpan silang Olivier Boscagli yang gagal disapu dengan sempurna oleh pertahanan Coventry. Kostoulas kemudian mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang.

Gol itu menjadi gol perdana Kostoulas di Premier League musim ini.

Coventry sebenarnya sempat memiliki peluang untuk mencetak gol lebih dulu melalui Jack Rudoni. Namun, kiper Brighton, Bart Verbruggen, tampil gemilang dengan menggagalkan dua peluang penting, termasuk tendangan voli dan sundulan Rudoni.

Kartu Merah Awoniyi Memperburuk Situasi

Harapan Coventry untuk bangkit semakin menipis pada awal babak kedua. Hanya dua menit setelah pertandingan dimulai kembali, Malick Yalcouyé menggandakan keunggulan Brighton.

Yalcouyé memanfaatkan kecepatannya untuk menembus lini pertahanan Coventry sebelum menaklukkan Carl Rushworth. Brighton pun unggul 2-0.

Petaka berikutnya datang ketika Taiwo Awoniyi menerima kartu merah langsung dari wasit Tony Harrington. Penyerang Coventry itu diusir setelah dinilai menyikut wajah Maxim De Cuyper.

Bermain dengan 10 orang membuat situasi Coventry semakin sulit. Tidak lama berselang, Bobby Thomas menjatuhkan Kostoulas di kotak penalti. Pascal Gross yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah skor menjadi 3-0.

Brighton terus menekan hingga menjelang akhir pertandingan. Kapten Lewis Dunk kemudian menambah penderitaan tuan rumah melalui tembakan keras dari jarak sekitar 35 yard yang menghujam pojok atas gawang Coventry.

Gol Dunk disebut sebagai salah satu gol terbaik dalam kariernya. Setelah gol tersebut, sejumlah pendukung Coventry mulai meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir.

Pesta gol Brighton ditutup Yasin Ayari pada masa injury time. Ia melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihentikan Rushworth.

Skor 5-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kekalahan ini semakin meningkatkan kekhawatiran Coventry terhadap ancaman degradasi. Rekor tanpa gol dalam empat laga pembuka juga menambah tekanan kepada Lampard dan manajemen klub.

Catatan Crystal Palace pada musim 2017/2018 memang menunjukkan bahwa situasi buruk masih dapat diperbaiki setelah pergantian pelatih. Namun, Coventry kini harus segera menemukan solusi agar musim mereka tidak semakin terpuruk.