Olahraga

No Gimmick! Racikan Fabregas Sulap Como Jadi ‘Monster’ Eropa

×

No Gimmick! Racikan Fabregas Sulap Como Jadi ‘Monster’ Eropa

Sebarkan artikel ini
Cesc Fabregas membawa Como 1907 melaju impresif di Serie A dan Liga Champions
Cesc Fabregas membawa Como 1907 melaju impresif di Serie A dan Liga Champions. Start terbaik dalam 74 tahun membuka jalan menuju era baru.

COMO — Como 1907 mulai menunjukkan tanda-tanda sebagai kekuatan baru sepak bola Italia. Di bawah asuhan Cesc Fabregas, klub yang mendapat dukungan investasi dari keluarga Hartono asal Indonesia itu tampil kompetitif di Serie A sekaligus membuat kejutan pada debutnya di Liga Champions.

Momentum tersebut semakin kuat setelah Como menundukkan Parma 2-1 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Senin (14/9/2026). Jacobo Ramon dan Kaiki Bruno menjadi pencetak gol Como, sementara Parma hanya mampu memperkecil ketertinggalan pada penghujung pertandingan.

Kemenangan itu membuat Como meraih tiga kemenangan dari empat pertandingan awal Serie A. Berdasarkan data Opta yang dikutip detikSport, pencapaian tersebut menjadi start terbaik Como di Serie A sejak musim 1951/1952.

Debut Liga Champions Langsung Mengguncang

Performa Como bahkan lebih mencolok di pentas Eropa.

Dalam debut bersejarah di Liga Champions 2026/2027, Como menghajar RB Leipzig 4-1 di kandang sendiri pada 10 September 2026.

Martin Baturina membuka keunggulan pada menit ke-15. Anastasios Douvikas kemudian menggandakan skor sebelum Assane Diao membawa Como unggul 3-0 pada menit ke-54.

Leipzig sempat memperkecil ketertinggalan melalui Andrija Maksimovic. Namun Como tetap mampu mengendalikan pertandingan dan Maximo Perrone memastikan kemenangan 4-1 pada menit ke-90.

Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Como dalam sejarah Liga Champions sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan mereka menembus kompetisi elite Eropa bukan sekadar pelengkap.

Fabregas Bawa DNA Arsenal ke Como

Salah satu ciri permainan Como di bawah Fabregas adalah keberanian melibatkan pemain belakang dalam fase menyerang.

Fabregas mengaku mendapat inspirasi dari pengalamannya ketika masih memperkuat Arsenal. Ia ingin para pemain bertahannya tidak sekadar menjalankan tugas defensif, tetapi juga memiliki keberanian membantu serangan.

Karakter tersebut terlihat dalam kemenangan atas Parma ketika dua pemain bertahan, Jacobo Ramon dan Kaiki Bruno, justru menjadi pencetak gol Como.

Pendekatan itu menjadi bagian dari identitas permainan yang sedang dibangun Fabregas di Como: agresif, berani memainkan bola dan memiliki kontribusi gol dari berbagai lini.

Barcelona Menunggu di Ujung Fase Liga

Perjalanan Como di Liga Champions juga akan mempertemukan mereka dengan Barcelona.

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Spotify Camp Nou pada Rabu, 27 Januari 2027, dalam matchday kedelapan fase liga.

Fabregas sebelumnya memberikan pujian tinggi terhadap Barcelona asuhan Hansi Flick. Ia menggambarkan kekuatan Barcelona sebagai sesuatu yang sangat sulit dihadapi.

Flick kemudian turut memberikan apresiasi terhadap perkembangan Como di bawah Fabregas. Pertemuan kedua tim nantinya akan menjadi salah satu ujian terbesar bagi proyek Como yang tengah berkembang.

Tantangan Berikutnya: Frosinone

Setelah rangkaian pertandingan yang menguras energi di Serie A dan Liga Champions, Como harus segera mengalihkan fokus ke kompetisi domestik.

Como dijadwalkan menghadapi Frosinone pada pekan kelima Serie A, Minggu (20/9/2026), pukul 20.00 WIB di Stadio Benito Stirpe.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Fabregas dan anak asuhnya untuk mempertahankan momentum positif sekaligus membuktikan bahwa performa impresif Como bukan sekadar fenomena sesaat.

Dengan start kuat di Serie A dan kemenangan meyakinkan pada debut Liga Champions, proyek Fabregas kini memasuki fase penting. Como tidak lagi hanya berbicara mengenai kebangkitan klub, tetapi mulai membangun identitas sebagai penantang baru di level domestik dan Eropa.