TASIKMALAYA – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Muawanah Sukalaya 1, Kota Tasikmalaya, menggelar kegiatan keagamaan dan sosial pada Kamis (17/9/2026) malam. Agenda yang diisi dengan pengajian dan santunan Masjid Al Muawanah ini berlangsung khidmat di Masjid Al Muawanah, Jalan Sukalaya 1, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung.
Kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat tali silaturahmi antara pengurus masjid, jamaah, donatur, hingga masyarakat sekitar. Suasana hangat terlihat dari antusiasme warga yang hadir memadati area masjid sejak petang hari. Pengajian dan santunan Masjid Al Muawanah ini menjadi penanda awal kebangkitan program pemberdayaan umat berbasis spiritual dan sosial.
Ketua DKM Masjid Al Muawanah Sukalaya 1, H. Aep Saepudin, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara tersebut. Menurutnya, kesuksesan kegiatan sosial DKM Tasikmalaya ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. “Alhamdulillah, kegiatan berjalan sangat lancar dan kondusif. Ini adalah langkah awal kami untuk lebih aktif dalam memberdayakan umat melalui pendekatan spiritual dan sosial,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga setempat dan para donatur yang telah berkontribusi, baik berupa tenaga maupun materi, sehingga program santunan dapat tersalurkan kepada yang membutuhkan. “Tanpa dukungan Bapak/Ibu sekalian, mustahil acara semalam bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Argasari, Drs. Ustad H. Aep Saepudin, turut memberikan apresiasi positif terhadap inisiatif DKM Masjid Al Muawanah. Ia menilai kegiatan sosial DKM Tasikmalaya semacam ini sangat penting untuk menjaga kerukunan dan kepedulian sosial di tingkat akar rumput. “Di tengah kesibukan dunia modern, kegiatan pengajian dan santunan seperti ini adalah obat penyejuk hati dan penguat ikatan sosial antarwarga,” kata Ketua RW 03.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan memicu semangat gotong royong di lingkungan sekitarnya. “Ke depannya, saya berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa berkembang menjadi program rutin yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan secara simbolis paket santunan kepada perwakilan anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan perdana ini diharapkan menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di Kota Tasikmalaya untuk semakin proaktif dalam membangun umat. Pengajian dan santunan Masjid Al Muawanah telah membuktikan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan sosial masyarakat.




