MUNICH – Jürgen Klopp resmi memulai era barunya bersama Timnas Jerman. Pelatih berusia 59 tahun itu ditunjuk Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) pada Juli 2026 dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030, menggantikan Julian Nagelsmann yang mundur. Kini, Jurgen Klopp Timnas Jerman langsung membuat gebrakan radikal di jeda internasional September 2026.
Pria kelahiran Stuttgart itu memanggil 44 pemain untuk UEFA Nations League—jumlah yang jauh di atas normal. Bukan tanpa alasan. Strategi dua skuad Klopp dirancang untuk menyiasati padatnya jadwal kompetisi domestik dan Eropa. Ia membagi tim Jerman menjadi dua skuad berbeda, sebuah langkah eksperimental yang belum pernah dilakukan pelatih sebelumnya.
Langkah ini bukan sekadar keisengan. Klopp sadar bahwa pemain-pemainnya bermain di liga-liga top Eropa dengan jadwal yang melelahkan. Dengan membagi dua skuad, ia bisa memberikan menit bermain lebih merata sekaligus menguji kombinasi pemain tanpa mengorbankan kualitas. Jurgen Klopp Timnas Jerman ingin membangun kedalaman skuad yang solid menuju Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Klopp juga secara resmi mengakhiri perdebatan penjaga gawang dengan mengonfirmasi Marc-André ter Stegen sebagai kiper nomor satu Jerman pasca-pensiunnya Manuel Neuer. Keputusan ini menegaskan bahwa Klopp tidak ingin ada keraguan di lini belakang. Strategi dua skuad Klopp bukan hanya soal rotasi, tetapi soal membangun mentalitas kompetitif di setiap posisi.
Sebelum melatih tim nasional, Klopp mengukir sejarah bersama Borussia Dortmund dan Liverpool. Bersama Dortmund, ia meraih dua gelar Bundesliga dan membawa klub ke final Liga Champions 2013. Di Liverpool, ia mempersembahkan Premier League 2020, Liga Champions 2019, FA Cup, dan Club World Cup. Setelah menyudahi sembilan tahun masa bakti di Anfield pada 2024 dan sempat menjabat Head of Global Soccer di Red Bull, ia kembali ke pinggir lapangan.
Gaya permainan Gegenpressing atau sepak bola heavy metal berintensitas tinggi menjadi ciri khasnya. Kini, dengan 44 pemain dan dua skuad, Klopp ingin membuktikan bahwa resep kebangkitan Jerman bukan sekadar taktik, melainkan keberanian mengambil risiko. Jurgen Klopp Timnas Jerman memasuki babak baru. Die Mannschaft menunggu bukti.




