SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan penguatan gerakan literasi harus menjadi bagian penting pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Penegasan itu disampaikan dalam pembekalan motivasi dan pemberian selempang Duta Baca Sumedang 2026 di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Senin (19/10/2026).
Menurut Bupati, literasi tidak sebatas kemampuan membaca buku semata. Literasi juga proses membangun masyarakat berpengetahuan, berpikir kritis, dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.
Bupati mengucapkan selamat kepada para pemenang dan berharap amanah dijalankan penuh tanggung jawab. Menurutnya, Duta Baca Sumedang 2026 harus menjadi awal kontribusi nyata membangun budaya literasi di daerah.
Tema “Ngamumule Aksara, Ngawangun Bangsa” dinilai mengandung makna mendalam. Bupati menyebut pelestarian aksara, penjagaan warisan budaya, dan pembangunan bangsa merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Gerakan literasi Kabupaten Sumedang dinilai menjadi fondasi penting peningkatan kualitas SDM. Literasi juga menanamkan karakter, memperkuat identitas budaya, dan membentuk masyarakat terbuka terhadap ilmu pengetahuan.
Hal itu sejalan dengan misi pertama pembangunan Kabupaten Sumedang, yakni mewujudkan SDM agamis dan berkarakter. Bupati ingin masyarakat Sumedang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berakhlak, berintegritas, dan peduli sosial.
Bupati menekankan tiga peran utama yang harus dijalankan Duta Baca Sumedang 2026. Pertama, menjadi teladan dalam membangun kebiasaan membaca dan budaya belajar di tengah masyarakat.
Kedua, menjadi jembatan promosi perpustakaan agar semakin dikenal dan diakses masyarakat luas. Ketiga, terlibat aktif dalam berbagai program literasi pemerintah maupun komunitas.
Bupati menegaskan para duta dilarang hanya menjadi penyandang gelar atau simbol semata. Mereka dituntut menunjukkan tindakan nyata bahwa membaca adalah kebutuhan dan bagian kehidupan sehari-hari.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Taufik Hidayat Slamet, menjelaskan kegiatan bertujuan menjaring figur generasi muda berkomitmen menjadi ikon budaya baca. Melalui seleksi tersebut, terpilih enam pemenang kategori putra dan putri.
Juara pertama putra diraih Muhammad Gilang Rizki Al Fajri dari Kecamatan Wado. Sementara juara pertama putri diraih Clara Olivia dari Kecamatan Buahdua, dan keduanya akan mewakili Sumedang di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Pemkab Sumedang berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cakap literasi. Lebih dari itu, mereka mampu menginspirasi lingkungan sekitar menjadikan membaca sebagai budaya dan pengetahuan sebagai kekuatan.




