Olahraga

Madrid Hancurkan Leipzig 4-1, Taktik Bunglon Mourinho Bikin Jerman Merana

×

Madrid Hancurkan Leipzig 4-1, Taktik Bunglon Mourinho Bikin Jerman Merana

Sebarkan artikel ini
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappé, memeluk Bernardo Silva saat merayakan gol pembuka ke gawang RB Leipzig dalam laga fase liga Liga Champions UEFA 2026–2027 di Stadion Santiago Bernabéu.
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappé, memeluk Bernardo Silva saat merayakan gol pembuka ke gawang RB Leipzig dalam laga fase liga Liga Champions UEFA 2026–2027 di Stadion Santiago Bernabéu.

MADRID — Real Madrid sukses membantai RB Leipzig dengan skor telak 4-1 dalam lanjutan fase liga Liga Champions di Stadion Santiago Bernabéu, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Alih-alih mengandalkan penguasaan bola konvensional, taktik kejutan Los Blancos yang membiarkan Leipzig menyerang justru menjadi senjata mematikan lewat skema serangan balik kilat.

José Mourinho membuktikan kejeniusannya dengan sengaja menurunkan tempo permainan pada babak pertama untuk memancing lini pertahanan tim tamu keluar dari sarangnya. Strategi ini terbukti jitu ketika Bernardo Silva memecah kebuntuan pada menit ke-43 setelah menyambar bola muntah di depan gawang Maarten Vandevoordt.

Memasuki babak kedua, determinasi tinggi diperlihatkan talenta muda Arda Güler yang berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-52 setelah menerima umpan silang akurat dari Kylian Mbappé. Leipzig sempat memberikan perlawanan sengit dan mencoba keluar dari tekanan untuk memperkecil ketertinggalan menjelang akhir laga.

Puncak drama terjadi dalam kurun waktu tiga menit saja ketika Kylian Mbappé memperlebar jarak menjadi 3-0 melalui sepakan melengkung pada menit ke-83. Hanya berselang satu menit, Tidiam Gomis sempat memperkecil kedudukan menjadi 3-1 sebelum akhirnya mimpi buruk Leipzig ditutup secara dramatis.

Mantan bek Leipzig yang kini berseragam Madrid, Yan Diomande, mengunci kemenangan menjadi 4-1 pada menit ke-86 lewat eksekusi tendangan voli roket yang spektakuler. Kemenangan meyakinkan ini menjadi modal mental yang sangat krusial bagi armada Los Merengues menjelang laga panas El Clásico melawan Barcelona akhir pekan nanti.