Edukasi

Paling Utama Setelah Shalat Maghrib: Menghidupkan Waktu Antara Maghrib dan Isya

×

Paling Utama Setelah Shalat Maghrib: Menghidupkan Waktu Antara Maghrib dan Isya

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Waktu antara Maghrib dan Isya adalah kesempatan emas untuk beribadah.
Keterangan Foto: Waktu antara Maghrib dan Isya adalah kesempatan emas untuk beribadah.

BANDUNG — Shalat Maghrib adalah shalat fardhu yang waktunya paling singkat. Begitu adzan berkumandang, waktu terus bergulir hingga Isya. Namun, justru di celah waktu itulah terdapat amalan-amalan yang sangat utama. Rasulullah ﷺ tidak pernah melewatkannya. Apa saja?

1. Shalat Sunnah Rawatib Ba’diyah Maghrib

Ini adalah amalan pertama yang paling ditekankan. Nabi ﷺ secara konsisten mengerjakan dua rakaat setelah Maghrib. Dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma:

حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ… وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ

“Aku hafal dari Rasulullah ﷺ sepuluh rakaat (sunnah):… dan dua rakaat setelah Maghrib.” (HR. Bukhari no. 1180 dan Muslim no. 729)

Keutamaannya luar biasa. Siapa yang menjaga dua rakaat ini, Allah akan membangunkan rumah di surga. Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam, akan dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Tirmidzi no. 415, sahih)

Salah satunya adalah dua rakaat setelah Maghrib. Nabi ﷺ juga menganjurkan agar shalat sunnah ini dikerjakan di rumah, bukan di masjid. Beliau bersabda:

عَلَيْكُمْ بِهَذِهِ الصَّلَاةِ فِي الْبُيُوتِ

“Kerjakanlah shalat ini (sunnah ba’diyah Maghrib) di rumah-rumah kalian.” (HR. Tirmidzi)

2. Shalat Awwabin: Menghidupkan Waktu Antara Maghrib dan Isya

Inilah amalan yang paling utama untuk mengisi waktu setelah Maghrib. Shalat Awwabin adalah shalat sunnah yang dikerjakan antara Maghrib dan Isya. Jumlah rakaatnya bisa dua, empat, atau enam.

Keutamaannya sangat besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ سِتَّ رَكَعَاتٍ، لَمْ يَتَكَلَّمْ فِيمَا بَيْنَهُنَّ بِسُوءٍ، عُدِلْنَ لَهُ بِعِبَادَةِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً

“Barangsiapa shalat enam rakaat setelah Maghrib dan di antara shalat-shalat itu tidak berkata dengan kata-kata buruk, maka shalatnya sebanding ibadah dua belas tahun.” (HR. Tirmidzi)

Bahkan, dua rakaat saja sudah cukup untuk mendapatkan rumah di surga. Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ صَلَّى بَيْنَ الْعِشَاءَيْنِ رَكْعَتَيْنِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa shalat dua rakaat antara Maghrib dan Isya, Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga.”

3. Zikir Khusus Setelah Maghrib

Selain shalat, ada zikir khusus yang sangat dianjurkan setelah Maghrib. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa setelah shalat sunnah Maghrib, dianjurkan membaca:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ وَالْأَبْصَارِ ثَبِّتْ قَلْبَنَا عَلَى دِينِكَ

“Wahai Zat yang membolak-balikkan hati dan penglihatan, tetapkanlah hati kami atas agama-Mu.” (HR. Ibnu Sunni dari Ummu Salamah)

Kemudian dilanjutkan dengan tahlil sepuluh kali:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (10x)

Keutamaannya: Allah akan mengutus malaikat penjaga yang menjaganya dari setan hingga pagi, menuliskan sepuluh kebaikan, menghapus sepuluh dosa, dan senilai memerdekakan sepuluh hamba mukmin. (HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

4. Membaca Al-Qur’an

Waktu antara Maghrib dan Isya juga sangat baik untuk membaca Al-Qur’an. Meskipun hadits tentang keutamaan Surat Al-Waqi’ah dinilai lemah oleh para ulama, membaca Al-Qur’an secara umum tetap dianjurkan kapan saja, termasuk setelah Maghrib .

Waktu antara Maghrib dan Isya adalah waktu yang sangat berharga. Rasulullah ﷺ mengisinya dengan shalat sunnah, zikir, dan doa. Jangan biarkan waktu ini berlalu tanpa amal. Mulailah dari dua rakaat ba’diyah Maghrib, lalu tambahkan shalat Awwabin, dan basahi lisan dengan zikir. Sebab di setiap detiknya, ada pahala yang menanti.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: HR. Bukhari no. 1180; HR. Muslim no. 729; HR. Tirmidzi no. 415, 431, 435; HR. Nasa’i; Al-Adzkar Imam An-Nawawi.