GARUT – Aroma kopi Garut kini mulai menyeruak hingga Negeri Sakura. Delegasi Koizuoka datang langsung ke Kabupaten Garut untuk menjajaki kerja sama pengembangan kopi, sektor perikanan hingga program ketenagakerjaan “1 Desa 1 Migran”.
Pertemuan delegasi Jepang dengan Pemerintah Kabupaten Garut berlangsung di Ruang Pamengkang, Garut Kota, beberapa waktu lalu, dan diterima langsung Bupati Abdusy Syakur Amin.
Dalam pertemuan itu, pembahasan difokuskan pada peluang kerja sama strategis yang dinilai saling menguntungkan antara masyarakat Garut dan Jepang, terutama pada sektor komoditas unggulan dan tenaga kerja terampil.
“Kami tadi berdiskusi terkait potensi kerja sama antara masyarakat Garut dengan masyarakat Jepang. Mudah-mudahan ke depan bisa terealisasi sesuai dengan bidang kebermanfaatan komoditas kopi,” ujar Syakur Amin.
Selain kopi, Pemkab Garut juga menawarkan potensi sektor kelautan, terutama komoditas perikanan dan lobster dari kawasan Garut Selatan. Tak hanya itu, kerja sama juga diarahkan pada penempatan tenaga kerja terampil asal Garut ke Jepang melalui program “1 Desa 1 Migran”.
“Selain itu, kita akan membantu tenaga terampil kita untuk bekerja di Jepang sehingga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” lanjutnya.
Delegasi Jepang datang bersama perwakilan Lembaga Pelatihan Kerja Bitode. Salah satu perwakilan LPK, Dadan Muhamad Arifin, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program migran yang tengah dikembangkan Pemkab Garut.
Menurut Dadan, pihak Jepang menaruh perhatian besar terhadap kualitas kopi Garut yang dinilai memiliki reputasi kuat di pasar Jepang.
“Kopi Garut memiliki kualitas yang sangat baik dan sudah dikenal. Karena itu delegasi Jepang ingin melihat langsung potensi budidayanya,” kata Dadan.
Delegasi Jepang dijadwalkan melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah sentra kopi dan kawasan perikanan di Garut Selatan sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama tersebut.
“Besok kami akan melihat langsung perkembangan budidaya kopi Garut dan potensi sektor perikanan di Garut Selatan,” ujarnya.
Pemkab Garut berharap penjajakan ini tidak berhenti pada kunjungan seremonial semata, melainkan berkembang menjadi kerja sama jangka panjang yang mampu membuka pasar ekspor baru sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat Garut.




