KIEV – Rusia melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina yang menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.
Ibu kota Kiev menjadi wilayah yang paling terdampak dalam serangan yang terjadi pada Selasa waktu setempat. Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas dan lebih dari 60 orang mengalami luka-luka.
Wali Kota Kiev menyebut sebuah rudal menghantam bangunan apartemen dan menyebabkan sebagian struktur bangunan runtuh. Sejumlah warga diduga sempat terjebak di bawah reruntuhan.
Selain Kiev, serangan juga menyasar sejumlah kota besar lainnya, termasuk Dnipro dan Kharkiv.
Di Dnipro, sedikitnya enam orang dilaporkan tewas setelah beberapa bangunan permukiman mengalami kerusakan dan kebakaran terjadi di sejumlah titik kota.
Sementara di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, sedikitnya 14 orang mengalami luka-luka, termasuk anak-anak.
Jurnalis Al Jazeera di Kiev, Audrey McIntyre, melaporkan warga telah mengantisipasi kemungkinan serangan besar Rusia dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah stasiun kereta bawah tanah dan bunker perlindungan dilaporkan dipenuhi warga sepanjang malam sebelum serangan terjadi.
“Orang-orang sudah memperkirakan serangan ini akan terjadi. Ada ketakutan yang besar di Kiev dalam beberapa hari terakhir,” lapor McIntyre.
Ia menggambarkan kerusakan cukup parah di salah satu kawasan permukiman yang menjadi sasaran serangan.
Kaca-kaca apartemen pecah berserakan dan banyak kendaraan mengalami kerusakan akibat gelombang kejut ledakan.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.
Pengamat menilai serangan tersebut merupakan bagian dari aksi saling balas antara kedua negara setelah Ukraina sebelumnya melancarkan operasi yang menargetkan sejumlah aset strategis Rusia.
Hingga kini, otoritas Rusia belum memberikan rincian resmi mengenai sasaran militer yang menjadi target serangan tersebut.
Sementara pemerintah Ukraina mengecam serangan itu dan menyebut Rusia kembali menjadikan kawasan sipil sebagai sasaran di tengah kebuntuan upaya perdamaian.





