Internasional

PBB Kutuk Serangan yang Menewaskan Penjaga Perdamaian UNIFIL

×

PBB Kutuk Serangan yang Menewaskan Penjaga Perdamaian UNIFIL

Sebarkan artikel ini
Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

SPIRITS.Id – Dewan Keamanan PBB pada Jumat menyampaikan kecaman atas tewasnya seorang penjaga perdamaian asal Serbia yang bertugas dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Ia meninggal setelah posisi yang ditempatinya dihantam peluru mortir pada 4 Juni, sementara dua penjaga perdamaian lainnya mengalami luka dalam insiden tersebut.

“Para anggota Dewan Keamanan mengecam pembunuhan seorang penjaga perdamaian Serbia dari Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) pada 4 Juni,” kata dewan tersebut dalam sebuah pernyataan pers.

Dewan juga menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban serta solidaritas kepada Serbia, sekaligus berharap para korban luka segera pulih. Selain itu, Dewan memberikan penghargaan atas pengabdian seluruh pasukan penjaga perdamaian PBB dan mengapresiasi negara-negara yang berkontribusi dalam pengiriman pasukan ke UNIFIL.

Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa sejak eskalasi konflik yang dimulai pada 2 Maret, sudah tujuh penjaga perdamaian UNIFIL kehilangan nyawa di Lebanon bagian selatan.

“Kematian ini merupakan insiden paling tragis dalam serangkaian peristiwa yang mencerminkan pola intimidasi, membahayakan, dan upaya untuk melemahkan kegiatan yang diamanatkan bagi penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan,” demikian bunyinya.

Dewan kembali menegaskan dukungan penuh terhadap UNIFIL serta meminta semua pihak untuk menghormati keselamatan, keamanan, dan kebebasan bergerak misi tersebut “sesuai dengan hukum internasional.”

Seraya menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan pasukan penjaga perdamaian, Dewan menegaskan bahwa “penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target serangan” dan meminta kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional.

Para anggota Dewan juga meminta agar dilakukan penyelidikan PBB secara cepat melalui UNIFIL, serta memastikan negara-negara pengirim pasukan tetap mendapat informasi sesuai resolusi 2518 dan 2589, dan menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang bersalah “tanpa penundaan.”

Resolusi PBB 2518 dan 2589 sendiri dirancang untuk meningkatkan perlindungan serta keselamatan penjaga perdamaian PBB di berbagai wilayah dunia.

Dewan turut menyerukan komunitas internasional agar meningkatkan dukungan kepada Angkatan Bersenjata Lebanon guna memastikan keberlanjutan pengerahan di wilayah selatan Sungai Litani serta memperkuat implementasi Resolusi 1701.

Menyoroti meningkatnya ketegangan, Dewan meminta semua pihak segera menghentikan permusuhan, mematuhi gencatan senjata 3 Juni, dan menjalankan sepenuhnya Resolusi 1701, sekaligus menegaskan kembali komitmen kuat terhadap kedaulatan, kemerdekaan, integritas wilayah, dan persatuan Lebanon.

Sumber: Anadolu