CIMAHI – Festival Citeureup menghadirkan seruan gotong royong yang menggerakkan seluruh elemen masyarakat Kelurahan Citeureup. Kegiatan yang berlangsung atas inisiatif swadaya itu memadukan seni budaya, aksi kemanusiaan, dan layanan publik dalam satu momentum.
Berbagai agenda digelar sekaligus—dari bazar UMKM, lomba menggambar dan mewarnai, fashion show, penampilan hadroh, hingga lomba senam kreasi. Kolaborasi melibatkan pelaku UMKM, LPM, PKK, Karang Taruna, dan lembaga kemasyarakatan lainnya.
Respons warga tidak mengecewakan. Donor darah yang digelar menarik partisipasi lebih dari 110 pendonor, sementara peserta lomba mewarnai mencapai 165 orang dan terus bertambah.
Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, Tri Lospala Candra, melihat festival sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan.
“Seluruh kegiatan terlaksana berkat semangat gotong royong dari berbagai elemen masyarakat,” ujarnya di Citeureup beberapa waktu lalu.
Layanan Adminduk Hadir
Satu catatan penting: Disdukcapil Kota Cimahi turut membuka layanan administrasi kependudukan di lokasi festival. Langkah jemput bola ini memudahkan warga mengurus dokumen penting tanpa harus datang ke kantor.
Tri menekankan, akses layanan semacam ini menjadi kunci memastikan seluruh warga memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan valid—persyaratan esensial untuk mengakses bantuan sosial dan program pemerintah lainnya.
“Kekuatan terbesar Cimahi adalah sumber daya manusianya. Melalui kegiatan seperti ini, kita dorong lahirnya masyarakat yang kreatif, produktif, dan peduli sosial,” kata Tri.
Festival Citeureup menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada program top-down pemerintah, melainkan lahir dari partisipasi aktif warga. Menjelang Cimahi Perak—peringatan Hari Jadi Kota Cimahi ke-25—semangat ini diharapkan terus dipertahankan.




