SUMEDANG – Sukses besar dalam menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) membuat Kabupaten Sumedang jadi magnet nasional. Kali ini, jajaran Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyambangi Command Center Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Kamis (18/6).
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Inspektur Jenderal Kemenag RI, Khairunas, ini diterima oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir. Kunjungan bertujuan untuk mereplikasi teknologi pengawasan kinerja aparatur sipil negara (ASN) yang sudah matang di Sumedang.
Bupati Dony memaparkan bahwa transformasi digital di wilayahnya berjalan sukses berkat komitmen kepemimpinan dan reformasi birokrasi yang konsisten. Lewat aplikasi E-Office, kehadiran hingga capaian target pegawai terpantau ketat secara real-time.
“Bahkan kami sudah memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk merumuskan kebijakan. Kuncinya, pemimpin harus terus melakukan *monitoring kinerja* agar selaras dengan kebijakan SPBE,” jelas Dony.
Langkah Sumedang dalam melakukan *monitoring kinerja* berbasis digital inilah yang ingin ditiru Kemenag. Khairunas mengakui, instansinya kewalahan mengawasi 355.091 ASN yang tersebar di 10 ribu titik wilayah kerja se-Indonesia.
Kemenag berharap, setelah mengadopsi sistem dari Sumedang, mereka bisa memantau pegawai secara efektif sekaligus memastikan pemberian tunjangan kinerja (tukin) benar-benar adil berdasarkan capaian riil di lapangan.
Apresiasi tinggi pun dilayangkan Khairunas kepada Bupati Dony yang turun tangan langsung mengomandoi tim IT. Dalam waktu dekat, Kemenag akan mengirim tim teknis untuk berkonsultasi lebih dalam demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan fleksibel.




