BANDUNG – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung membuktikan diri mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru. Lewat budidaya cabai merah Tanjung, koperasi ini diproyeksikan mampu mencetak omzet menggiurkan hingga Rp500 juta per hektare setiap tahunnya.
Keberhasilan ini ditinjau langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), saat menghadiri agenda Panen Raya Cabai Merah Tanjung di lahan pertanian KDMP Desa Lengkong, Jumat (19/6). KDS memuji langkah taktis desa yang sukses mengonversi lahan telantar menjadi sumber duit warga.
Menurut KDS, potensi penanaman komoditas pedas di wilayah ini masih sangat luas. Dengan ketersediaan lahan potensial mencapai 10 hektare, Desa Lengkong memiliki peluang besar untuk meraup nilai produksi total menyentuh angka Rp5 miliar per tahun.
Guna mempercepat akselerasi bisnis tersebut, Pemkab Bandung siap menerjunkan *bantuan permodalan koperasi*. Dukungan ini disalurkan melalui dua skema utama, yakni pinjaman LPDB Kementerian Koperasi dan UKM serta fasilitas KUR perbankan.
Penyediaan akses *bantuan permodalan koperasi* dengan bunga ringan ini dinilai KDS menjadi solusi konkret atas tantangan finansial yang dihadapi pengurus di lapangan.
Selain menjadi produsen, KDMP Lengkong dibidik untuk menjadi offtaker alias penyalur hasil tani masyarakat untuk memasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bojongsoang. Model usaha ini diklaim sejalan dengan instruksi Presiden dalam memperkuat ketahanan pangan.
Kepala Desa Lengkong, Agus Salam Rahmat, menambahkan bahwa lahan yang dipakai saat ini awalnya merupakan aset swasta yang telantar. Melalui kolaborasi apik, lahan tersebut kini diolah produktif demi mendongkrak kesejahteraan riil warga desa.








