GARUT – Aksi nyata jaga sungai digelar di hulu Cimanuk. Camat Bayongbong Jeje Jenal Abidin hadir langsung dalam “Jum’at Bersih, Jum’at Menanam, dan Sosialisasi Masyarakat Peduli Api” di Sekolah Sungai Cimanuk, Kp. Narontong, Desa Mulyasari, Bayongbong, Jum’at 26/6/2026.
Kegiatan Sekolah Sungai Cimanuk ini lahir dari inisiatif komunitas. Fokusnya dua hal: melestarikan ekosistem sungai dan memitigasi kebakaran hutan lahan menjelang musim kemarau ekstrem El Nino.
Camat Bayongbong Jeje Jenal Abidin beri apresiasi tinggi ke relawan SSC Wilayah Bayongbong. Ia menilai konsistensi komunitas swadaya ini layak jadi percontohan kabupaten.
“Kami dari pemerintah, termasuk Pak Bupati, Ibu Wakil Bupati, Pak Sekda, sangat mengapresiasi kegiatan Sekolah Sungai Cimanuk Wilayah Bayongbong. Mudah-mudahan tetap semangat, konsisten beri edukasi dan teladan bagi masyarakat Garut,” ujar Jeje.
Kepala Sekolah Sungai Cimanuk Wilayah Bayongbong Yanto Rangkuti menyebut aksi ini kampanye terpadu respons El Nino. Edukasi bahaya kebakaran jadi materi utama ke warga.
“Cuaca ekstrem itu nyata, dan kita harus peduli pada masyarakat serta saling mengingatkan,” kata Yanto.
Program Sekolah Sungai Cimanuk di Bayongbong ini perdana. Melihat antusiasme warga, SSC komit jadikan agenda rutin bulanan atau mingguan.
Melalui kegiatan ini, SSC ajak seluruh elemen Garut jaga kebersihan DAS. Caranya: tidak buang sampah sembarangan, galakkan tanam pohon, dan tingkatkan kewaspadaan Masyarakat Peduli Api saat cuaca terik.
Acara ditutup santunan anak kurang mampu. dilanjut gotong royong bersihkan aliran sungai dan penanaman bibit pohon simbolis oleh Camat Bayongbong bersama relawan dan warga.
Jeje menegaskan, menjaga hulu sungai sama dengan menjaga air dan mencegah api. Kolaborasi pemerintah dan komunitas disebut kunci agar Garut aman dari bencana kekeringan dan kebakaran.






