Peristiwa

Bandung Dingin di Malam Hari, Cuaca Cerah Bertahan Beberapa Hari ke Depan

×

Bandung Dingin di Malam Hari, Cuaca Cerah Bertahan Beberapa Hari ke Depan

Sebarkan artikel ini
Bandung DIngin
Ilustrasi : Bandung Dingin

BANDUNG – Udara dingin yang menyelimuti Kota Bandung pada Rabu (1/7) menjadi perbincangan banyak warga. Sejak dini hari hingga pagi, suhu udara terasa lebih rendah dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Meski matahari bersinar cerah pada siang hari, hawa sejuk khas dataran tinggi tetap mendominasi, terutama pada pagi dan malam hari. Kondisi tersebut sejalan dengan prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG memprakirakan cuaca di Kota Bandung dalam beberapa hari ke depan masih didominasi kondisi cerah hingga berawan dengan potensi hujan yang relatif rendah. Memasuki awal Juli, langit cerah diperkirakan masih mendominasi sebagian besar wilayah Kota Bandung sehingga aktivitas masyarakat di luar ruangan dapat berlangsung tanpa gangguan cuaca yang berarti.

Sejak beberpa hari lalu, suhu udara di Bandung dingin di malam hari, diperkirakan berada pada kisaran 15 hingga 27 derajat Celsius. Suhu terendah terjadi pada dini hari hingga pagi sehingga udara terasa cukup dingin, sedangkan suhu maksimum pada siang hari masih tergolong nyaman dibandingkan kota-kota besar lain di Indonesia. Tingkat kelembapan udara berkisar antara 34 hingga 82 persen, membuat udara pagi terasa segar sekaligus lebih kering saat siang.

Fenomena udara dingin yang dirasakan warga bukan merupakan kondisi yang tidak biasa. Memasuki musim kemarau, wilayah Jawa, termasuk Bandung yang berada di kawasan dataran tinggi, kerap mengalami penurunan suhu udara pada malam hingga pagi hari. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya tutupan awan sehingga panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari.

Musim kemarau juga identik dengan bertiupnya angin monsun timur atau monsun Australia yang membawa massa udara lebih kering dan relatif dingin dari Benua Australia menuju Indonesia. Fenomena ini dikenal masyarakat Jawa sebagai bediding, yakni kondisi udara yang terasa lebih dingin dibandingkan hari-hari biasanya selama musim kemarau.

Prakiraan BMKG menunjukkan kondisi cuaca cerah diperkirakan masih berlanjut hingga beberapa hari mendatang. Suhu udara pagi tetap berada di kisaran belasan hingga sekitar 20 derajat Celsius, sementara suhu siang hari berkisar antara 29 hingga 30 derajat Celsius. Perbedaan suhu yang cukup besar antara pagi dan siang membuat masyarakat disarankan menyesuaikan jenis pakaian dengan waktu beraktivitas.

Cuaca cerah memang mendukung berbagai aktivitas luar ruangan, namun paparan sinar matahari pada siang hari tetap perlu diwaspadai. BMKG mengimbau masyarakat menggunakan pelindung seperti topi, tabir surya, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh apabila beraktivitas dalam waktu lama di bawah sinar matahari langsung.

Sebaliknya, jaket atau pakaian hangat masih diperlukan saat berangkat kerja maupun sekolah pada pagi hari karena suhu udara masih cukup rendah.
Bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, asma, atau alergi, udara dingin dan kering selama musim kemarau juga dapat memicu munculnya keluhan. Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi air putih yang cukup, dan menghindari perubahan suhu secara ekstrem menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan selama periode ini.

Meski peluang hujan relatif kecil, BMKG mengingatkan bahwa perubahan cuaca tetap dapat terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer. Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan atau kegiatan di luar ruangan.

Dengan prakiraan cuaca yang cenderung cerah dan udara yang masih terasa dingin pada pagi serta malam hari, Bandung diperkirakan akan tetap mempertahankan karakteristik cuaca khas musim kemarau dalam beberapa hari ke depan. Bagi sebagian warga, kondisi ini menjadi waktu yang nyaman untuk beraktivitas, sementara bagi kelompok rentan, kewaspadaan terhadap dampak udara dingin tetap perlu ditingkatkan agar kesehatan tetap terjaga. (elfi)