BANDUNG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), memimpin langsung Gerakan Indonesia ASRI yang dirangkaikan dengan senam dan korve massal di Lapangan Upakarti, Soreang, Jumat (10/7/2026). Aksi massal ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung tidak main-main dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat.
KDS menginstruksikan seluruh perangkat daerah, kecamatan, hingga desa di Kabupaten Bandung untuk mengaktifkan kembali budaya korve setiap hari Selasa dan Jumat. Menurut dia, kebersihan lingkungan adalah fondasi utama kesehatan masyarakat.
Ada instruksi unik dari KDS. Ia melarang keras daun gugur dibuang ke tempat sampah. Daun-daun itu wajib dikomposkan di sekitar pohon sebagai pengelolaan sampah organik. Selain itu, KDS juga memperketat mitigasi musim kemarau Kabupaten Bandung dengan melarang pembakaran sampah kering dan mewaspadai puntung rokok yang bisa memicu bencana kebakaran.
Untuk menjamin ketersediaan air bersih, Perumda Air Minum Tirta Raharja diperintahkan menyiapkan armada mobil tangki ke daerah rawan kekeringan. KDS optimistis langkah antisipatif ini akan mendongkrak angka harapan hidup dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung secara signifikan di tengah cuaca ekstrem.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menyasar kesejahteraan ekonomi warga di tengah himpitan harga. Gerakan Indonesia ASRI kali ini dimeriahkan dengan bazar sembako murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga miring. Dema Ahmad Yanuar (29), warga Kampung Sodong, Kutawaringin, mengaku sangat terbantu dengan inisiatif ini.
“Alhamdulillah saya senang dengan adanya senam bersama dan bazar sembako murah. Badan sehat, kebutuhan pokok juga lebih terjangkau. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap hari Jumat karena sangat membantu masyarakat,” ujar Dema.
KDS menegaskan, kolaborasi antara kesehatan, kebersihan, dan ketahanan ekonomi ini adalah formula jitu menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turun langsung menjaga lingkungan masing-masing.
Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD pun telah disiagakan untuk memperkuat langkah mitigasi di wilayah rawan. Jaringan irigasi oleh Dinas Pertanian dan PUTR juga dipercepat perbaikannya. Sinergitas lintas sektor ini dinilai krusial agar warga tetap nyaman beraktivitas meski terik kemarau mulai menyengat.








