Politik dan Pemerintahan

Viman Kebut PAD & Investasi, Fokuskan Anggaran ke Warga

×

Viman Kebut PAD & Investasi, Fokuskan Anggaran ke Warga

Sebarkan artikel ini
Rapat Pimpinan
Rapat Pimpinan Pemkot Tasikmalaya di Aula Mal Pelayanan Publik MPP

TASIKMALAYA – Wali Kota Viman pacu Program Prioritas Kota Tasikmalaya untuk mengejar PAD, mempercepat investasi, dan memperkuat pelayanan publik demi kesejahteraan warga. Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Pimpinan di Aula Mal Pelayanan Publik MPP, Rabu (15/7/2026).

Dalam rapat yang dihadiri Sekda, pejabat pimpinan tinggi pratama, camat, dan kepala bagian itu, Wali Kota Viman menyoroti sejumlah agenda strategis. Mulai dari penguatan Program Makan Bergizi Gratis MBG, refocusing anggaran, optimalisasi PAD, hingga percepatan investasi.

“Kita ingin seluruh stakeholder yang belum terlibat dapat berpartisipasi memperkuat pelaksanaan MBG sehingga program strategis nasional ini berjalan optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Wali Kota Viman.

Menurutnya, setiap kebijakan harus berdampak langsung. Karena itu anggaran 2026 diarahkan ke sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Program Prioritas Kota Tasikmalaya harus memberi manfaat nyata, bukan sekadar seremonial.

“Program prioritas harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Anggaran yang disusun harus fokus pada program-program yang benar-benar dibutuhkan,” tegasnya.

Di sektor pendapatan, Wali Kota Viman mengapresiasi realisasi pajak yang sudah 44 persen di pertengahan tahun. Namun ia meminta Bapenda memastikan angka itu selaras dengan pemutakhiran data wajib pajak agar potensi penerimaan ikut naik.

“Saya ingin memastikan apakah capaian 44 persen ini sudah sesuai dengan hasil pemutakhiran data wajib pajak. Jika datanya sudah diperbarui, tentu potensi penerimaannya juga harus meningkat,” katanya.

Sementara retribusi baru 22 persen. Wali Kota Viman menyebut ini tantangan budaya bayar. Solusinya, Pemkot dorong digitalisasi: parkir elektronik, e-Retribusi pasar, pemetaan potensi lewat CCTV, dan integrasi sistem informasi.

“Retribusi memiliki tantangan tersendiri karena kita sedang membangun budaya baru. Karena itu digitalisasi harus terus didorong agar pengelolaannya semakin transparan, akuntabel, dan optimal,” jelasnya.

Ia juga menekankan, target PAD bukan hanya tugas Bapenda. Kecamatan dan kelurahan diminta aktif mendukung distribusi SPT.

“Saya selalu sampaikan bahwa Bapenda bukan Superman. Target pendapatan daerah hanya bisa tercapai jika seluruh perangkat daerah bergerak bersama,” ungkapnya.

Rapat juga membahas penguatan SDM melalui Program Pelatihan dan Penempatan Angkatan Kerja PLAK. Program Prioritas Kota Tasikmalaya menargetkan memberangkatkan 8 tenaga kerja ke Jepang akhir Juli 2026. Pelatihan harus berujung pada penempatan kerja.

Untuk investasi, Wali Kota Viman meminta DPMPTSP menyusun peta potensi. Penyelesaian RTRW yang menunggu tanda tangan pusat akan dilanjutkan ke RDTR agar investor punya kepastian kawasan.

“Ketika RTRW selesai, kita akan melanjutkan penyusunan RDTR sehingga investor memiliki kepastian mengenai kawasan yang dapat dikembangkan,” pungkas Wali Kota Viman.

Dengan sinergi PAD, investasi, dan SDM, Pemkot optimis pembangunan lebih terarah dan berdampak langsung ke masyarakat.