Peristiwa

Gempita Ratusan Asep di Tasik, Impian Sekretariat Terhambat Sengketa Aset

×

Gempita Ratusan Asep di Tasik, Impian Sekretariat Terhambat Sengketa Aset

Sebarkan artikel ini
Asep
Ratusan Asep se-Indonesia kumpul di Tasikmalaya. Pesta rakyat meriah

TASIKMALAYA – Gedung Creative Center (GCC) Dadaha berubah lautan identitas saat ratusan pria bernama Asep dari berbagai penjuru Nusantara memadati lokasi dalam rangka milangkala ke-16 paguyuban asep dunia tasikmalaya. Suasana penuh keakraban terasa sejak Sabtu hingga Minggu (1–2 Agustus 2026). Peserta tumpah ruah datang dari Bogor, Cianjur, Bandung, bahkan jauh-jauh dari Pontianak. Kota Tasikmalaya dipercaya menjadi tuan rumah ajang silaturahmi akbar ini, yang tidak hanya sekadar pesta nama, melainkan upaya konkret memperkuat ikatan persaudaraan lintas daerah.

Rangkaian acara dikemas sangat merakyat dan bermanfaat. Mulai dari santunan anak yatim, pameran produk UMKM lokal, pertunjukan seni budaya, hingga jalan santai massif yang diikuti ratusan peserta. Ketua DPD PAD Tasik Raya, Asep Budi Tauhid, menyatakan kebanggaannya mendapat amanah langsung dari Presiden DPP PAD, Asep Jaelani. Dengan anggota mencapai 300 orang dari latar belakang ASN, pengusaha, hingga tokoh masyarakat, ia siap berkolaborasi mendukung pembangunan kota. Momentum milangkala ke-16 paguyuban asep dunia tasikmalaya ini diharapkan menjadi pemicu solidaritas organisasi yang lebih solid di masa depan.

Di balik euforia perayaan, terselip harapan besar pengurus agar PAD memiliki sekretariat permanen sebagai pusat koordinasi. Namun, realita di lapangan belum sepenuhnya mendukung. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengakui kebutuhan tersebut namun terbentur masalah klasik birokrasi. Penyediaan fasilitas masih terkendala proses inventarisasi aset pascapemekaran antara Pemkot dan Pemkab Tasikmalaya. “Sebagian masih berkaitan dengan aset pemerintah kabupaten. Mudah-mudahan ada solusi,” ungkap Diky. Kendala aset ini menjadi catatan penting dalam setiap diskusi terkait milangkala ke-16 paguyuban asep dunia tasikmalaya.

Meski demikian, Diky menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak mengurangi dukungan pemkot terhadap ormas yang aktif membangun kebersamaan. Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang secara tidak langsung mempromosikan potensi ekonomi dan pariwisata Priangan Timur. “Semoga semakin banyak orang mengenal potensi daerah kita,” harapnya. Diky juga mendorong lahirnya regenerasi kepemimpinan yang mampu melestarikan warisan karuhun. Dengan semangat gotong royong, milangkala ke-16 paguyuban asep dunia tasikmalaya berhasil membuktikan bahwa nama Asep bukan sekadar label, melainkan simbol persatuan yang kuat meski harus bersabar menunggu kejelasan status aset daerah.