Internasional

Markas Komando AS Pindah-pindah Dikejar Rudal dan Drone Iran, Kini Mojok di Israel

×

Markas Komando AS Pindah-pindah Dikejar Rudal dan Drone Iran, Kini Mojok di Israel

Sebarkan artikel ini
CENTCOM Pindah-pindah dikejar Rudal dan Drone Iran
Tak ada lagi sudut aman! Markas Sentkam AS kepayahan dan kabur ke Israel usai rudal Teheran merobek kawasan Teluk

TEHERAN – Eskalasi militer di Timur Tengah melesat ke titik paling mengkhawatirkan setelah Teheran secara terbuka menegaskan bahwa setiap agresi Washington akan dibalas dengan kekuatan penuh tak berampun. Gelombang kepanikan meluas di seluruh instalasi militer Paman Sam usai serangan balasan Iran ke AS terbukti mampu merobek pertahanan serta melumpuhkan berbagai titik vital di kawasan Teluk tanpa menyisakan zona aman.

Diungkapkan Penasihat Militer Pemimpin Tertinghi Iran, Mohsen Rezaei, kepada VIORY, Rabu (4/8/2026) gelombang serangan Iran memaksa Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) terdesak hebat hingga terpaksa memindahkan markas komandonya secara beruntun. “Tadinya di Qatar, pindah ke Yordania, hingga akhirnya mengungsi jauh ke Israel,” kata Mohsen.

Besarnya kerusakan dari serangan Iran di beritakan oleh Al Jazeera beberapa hari lalu. Gempuran masif Rudal dan Drone Iran merusak fasilitas militer di Kuwait dan Irak.

Fakta ini mempertegas dahsyatnya efektivitas serangan balasan Iran hingga memakasa AS pindah ke Israel menjauhi Selat Hormuz.

Laporan Al Jazeera juga mengungkapkan sejumlah lokasi serangan Iran. Laporan itu menunjukan Jangkauan rudal dan drone Garda Revolusi Islam yang menghancurkan radar militer di Oman, membakar depo bahan bakar pangkalan udara Yordania, hingga meremukkan peluncur roket Himars di Kuwait.

Rangkaian bukti dari gempuran militer iran ke pangkalan amerika serikat ini membuktikan bahwa seluruh sudut pertahanan Barat kini berada dalam bidikan presisi yang mematikan.

Menanggapi ancaman gertakan Donald Trump mengenai potensi perang berskala besar melebihi Perang Dunia II, Teheran melancarkan peringatan keras bahwa retorika tersebut bakal memicu kiamat konflik yang jauh melampaui bayangan Washington.

Ketegangan yang membara akibat meluasnya serangan balasan Iran ke AS ini menandai runtuhnya dominasi militer Amerika di kawasan strategis Teluk secara menyeluruh.