Peristiwa

BMKG: Gempa M7,7 di NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

×

BMKG: Gempa M7,7 di NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

Sebarkan artikel ini
Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban bangunan roboh akibat guncangan gempa bumi. Foto: Antara
Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban bangunan roboh akibat guncangan gempa bumi. Foto: Antara

SPIRITS.Id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu dini hari dipicu oleh aktivitas sesar naik Busur Belakang Flores.

“Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.

Wijayanto menyebutkan, struktur sesar tersebut memiliki potensi memicu gempa dengan kekuatan lebih besar, yakni mencapai magnitudo 7,8 hingga 7,9.

“Gempa magnitudo 7,7 di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 – 7,9. Hari ini sudah rilis 7,7,” kata Wijayanto.

Ia juga mengungkapkan bahwa wilayah tersebut pernah mengalami gempa besar pada 1992 dengan kekuatan magnitudo 7,5. Gempa kala itu menimbulkan kerusakan yang cukup parah.

“Dari sejarah yang ada, di tahun 1992 dengan magnitudo 7,5. Ini juga luar biasa kerusakannya waktu itu. Jadi, ini sudah lebih dari 30 tahun, terjadi lagi. Nanti akan terus kita monitor aktivitas gempa susulannya,” kata Wijayanto.

Sementara itu, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami telah berakhir pada pukul 07.30 WIB. Meski demikian, pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan dan kondisi muka air laut tetap dilakukan.

BMKG juga akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan aktivitas kegempaan dan menyampaikannya kepada masyarakat melalui kanal resmi.

“Kita sudah akhiri (peringatan dini tsunami), tapi tentunya kita akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami,” kata Wijayanto.