TASIKMALAYA – Persaingan menuju pemilihan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya memasuki babak baru. Enam organisasi dan asosiasi dunia usaha lintas sektor menyatakan dukungan kepada Karim untuk memimpin Kadin Kota Tasikmalaya pada periode mendatang.
Dukungan tersebut dikonsolidasikan melalui deklarasi dan pertemuan lintas sektor yang digelar Senin malam (7/9/2026). Forum itu menjadi ruang bagi sejumlah elemen dunia usaha untuk menyatukan sikap sekaligus membahas arah kepemimpinan Kadin ke depan.
Enam organisasi yang menyatakan dukungan berasal dari berbagai sektor, yakni Gapeksindo, Gapensi, HIPMI, IWAPI, AKLI, dan PHRI.
Konsolidasi lintas sektor tersebut dinilai mencerminkan kebutuhan dunia usaha terhadap kepemimpinan Kadin yang mampu mempertemukan kepentingan berbagai sektor, bukan hanya mewakili kelompok atau bidang usaha tertentu.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain kemudahan berusaha, peningkatan daya saing pelaku usaha lokal, perluasan akses pasar, penguatan investasi, serta sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
Ketua Gapeksindo Kota Tasikmalaya Asep Budi Pramono mengatakan Karim dinilai sebagai figur muda yang memiliki kapasitas untuk memimpin Kadin. Ia menyebut dukungan juga datang dari kelompok pengusaha lainnya, termasuk Gapsi dan Himpunan Pengusaha Kosgoro 57.
“Insyaallah Pak Karim itu tokoh muda potensial. Kami semua dari berbagai asosiasi pengusaha siap memenangkannya,” kata Asep dalam siaran persnya.
Klaim 90 Voter Masih Harus Diverifikasi
Asep menyebut dukungan yang telah terkonsolidasi sementara mencapai sekitar 90 voter. Namun, ia menegaskan angka tersebut belum dapat dianggap sebagai jumlah final karena masih harus melalui mekanisme verifikasi.
“Dukungan yang sudah terkonsolidasi sementara ini sekitar 90 voter. Tetapi tentunya masih harus melalui proses verifikasi dari Kadin Jawa Barat,” jelasnya.
Catatan mengenai verifikasi menjadi penting dalam proses pemilihan karena jumlah dukungan yang telah diklaim masing-masing pihak harus disesuaikan dengan ketentuan dan daftar pemilih yang ditetapkan secara resmi.
Karim: Kadin Harus Jadi Rumah Bersama
Karim mengatakan kontestasi kepemimpinan Kadin seharusnya tidak hanya berorientasi pada siapa yang memenangkan pemilihan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi titik awal untuk memperkuat fondasi dunia usaha di Kota Tasikmalaya.
“Kadin harus menjadi rumah bersama bagi seluruh sektor usaha. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya dukungan menjelang pemilihan, tetapi juga komitmen untuk bekerja bersama setelah proses pemilihan selesai,” ujar Karim.
Ia menilai Kadin ke depan harus mampu menjadi ruang komunikasi yang inklusif bagi pelaku usaha sekaligus mempertemukan berbagai kepentingan untuk menghasilkan solusi kolaboratif.
Menurut Karim, dunia usaha membutuhkan organisasi yang tidak berhenti pada fungsi administratif, tetapi mampu membuka peluang baru dan memperkuat posisi pelaku usaha dalam menghadapi persaingan.
Forum konsolidasi tersebut juga membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan daya saing usaha lokal, perluasan pasar domestik dan internasional, peningkatan iklim investasi, hingga penguatan kolaborasi antara dunia usaha dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Deklarasi dukungan kepada Karim sekaligus menandai menguatnya konsolidasi lintas sektor menjelang pemilihan Ketua Kadin Kota Tasikmalaya.
Para pihak yang terlibat menyatakan komitmen agar proses pemilihan berlangsung demokratis, kondusif, dan mengedepankan gagasan mengenai arah pembangunan dunia usaha.
Dengan demikian, kontestasi Kadin Kota Tasikmalaya tidak hanya menjadi pertarungan dukungan, tetapi juga momentum untuk menguji gagasan tentang bagaimana organisasi dunia usaha dapat memberikan kontribusi lebih nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan pelaku usaha.






