Peristiwa

Karim Terpilih Aklamasi, Kadin Kota Tasikmalaya Fokus Rajut Kebersamaan

×

Karim Terpilih Aklamasi, Kadin Kota Tasikmalaya Fokus Rajut Kebersamaan

Sebarkan artikel ini
Muhamad Abdul Karim menyampaikan komitmen setelah terpilih sebagai Ketua Kadin Kota Tasikmalaya periode 2026–2031.
Muhamad Abdul Karim menyampaikan komitmen setelah terpilih sebagai Ketua Kadin Kota Tasikmalaya periode 2026–2031.

TASIKMALAYA – Muhamad Abdul Karim menegaskan komitmennya untuk merajut kembali kebersamaan dan memperkuat sinergi dunia usaha setelah terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya periode 2026–2031.

Karim ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Mukota) V Kadin Kota Tasikmalaya yang digelar di Ruang Pertemuan Emerald, Grand Metro Hotel Kota Tasikmalaya, Sabtu (12/9/2026).

Dalam pleno pemilihan, Karim menjadi satu-satunya bakal calon yang hadir. Sementara bakal calon lainnya, Asep Saepulloh, tidak hadir dalam agenda tersebut.

Forum kemudian menetapkan Karim sebagai Ketua Kadin Kota Tasikmalaya secara aklamasi. Penetapan itu selanjutnya disahkan oleh Wakil Ketua Kadin Jawa Barat.

Pelaksanaan Mukota tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi meski sebelumnya sempat diwarnai dinamika internal, termasuk perubahan jajaran kepanitiaan menjelang pelaksanaan.

Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) tetap menjalankan tahapan Mukota sesuai ketentuan melalui koordinasi, dukungan anggota, serta verifikasi bersama Kadin Jawa Barat.

Buka Komunikasi dengan Seluruh Unsur Dunia Usaha

Setelah memperoleh mandat kepemimpinan, Karim memilih menatap ke depan. Ia menyebut langkah awal yang akan dilakukan adalah membangun kembali komunikasi dan mempererat silaturahmi dengan seluruh pihak.

Komunikasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada unsur internal Kadin, tetapi juga organisasi, komunitas, dan berbagai kelompok pelaku usaha di Kota Tasikmalaya.

“Yang pertama silaturahmi. Kadin ini kan banyak komunikasi dengan komunitas anggota yang luar biasa, organisasi bisnis yang lainnya,” kata Karim dalam siaran pers, Senin (14/9/2026) siang.

Menurut Karim, Kadin merupakan rumah bersama bagi dunia usaha. Karena itu, perbedaan pandangan selama proses pemilihan tidak seharusnya menjadi sekat dalam menjalankan roda organisasi.

Ia juga membuka ruang komunikasi dengan pihak-pihak yang sebelumnya berada dalam bursa pencalonan, termasuk Asep Saepulloh dan Fauzan Wahyu Noor.

“Saya perlu minta masukan dan pandangan dulu, sama asistensi ke Jawa Barat tentunya,” ujarnya.

Karim menilai, masukan dari berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat konsolidasi sekaligus memastikan kepengurusan Kadin ke depan dapat bekerja secara inklusif.

Kadin sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Karim menegaskan bahwa Kadin harus mampu menjalankan peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Organisasi tersebut, kata dia, perlu menjadi jembatan yang mempertemukan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata pelaku usaha.

“Kadin kan sebagai mitra pemerintah. Hal yang paling esensial mengkaji, menyelaraskan apa yang menjadi rencana program dari pemerintah daerah, khususnya Pemkot Tasikmalaya,” katanya.

Ia menilai sinergi antara pemerintah dan dunia usaha tidak boleh berhenti pada komunikasi formal. Kolaborasi harus diwujudkan melalui program yang konkret dan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha.

“Kadin harus mengupayakan bagaimana sinergitas itu terjadi, terkoneksi,” tegasnya.

Karim juga menyampaikan bahwa kompetisi dalam proses organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, setelah Mukota selesai, seluruh elemen dunia usaha perlu kembali menyatukan langkah demi kepentingan yang lebih besar.

“Kita harus mampu mengkaji sekaligus menyelaraskan program pemerintah dengan kebutuhan pelaku usaha sehingga tercipta sinergi yang lebih konkret,” tambah Karim.

Konsolidasi untuk Penguatan Ekonomi Daerah

Karim mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengikuti proses pencalonan dan turut mewarnai pelaksanaan Mukota V Kadin Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, dinamika yang terjadi merupakan bagian dari proses organisasi yang perlu dihargai dan dijadikan pembelajaran untuk membangun Kadin yang lebih solid.

Dengan berakhirnya proses pemilihan, Karim berharap para pengusaha dan organisasi bisnis di Kota Tasikmalaya dapat memperkuat komunikasi, mengedepankan kebersamaan, serta mendorong lahirnya kebijakan yang mendukung iklim usaha.

Mandat sebagai Ketua Kadin Kota Tasikmalaya periode 2026–2031 kini menjadi titik awal bagi Karim untuk melakukan konsolidasi organisasi. Ia ingin Kadin tidak hanya menjadi wadah kepengurusan, tetapi juga rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya.