JAKARTA – Timnas Indonesia akan melakoni laga penentuan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) pukul 19.30 WIB. Laga ini menjadi ujian penting bagi kedalaman taktik dan kombinasi serangan skuad Garuda yang harus tampil tanpa playmaker andalan, Thom Haye, akibat sanksi kartu merah dari pertandingan sebelumnya melawan Malaysia.
Absennya Haye menyisakan ruang bagi pembuktian sistem pertahanan, aliran bola saat menyerang dan kedisiplinan tim di lapangan. Kartu merah yang membayangi penampilan Indonesia belakangan ini kerap menjadi anomali pertandingan yang wajib dihindari agar tidak merusak ritme permainan. Pertandingan melawan Malaysia membuktikan bahwa lini belakang Indonesia yang dipimpin Kevin Diks tetap tangguh meski harus bermain dengan jumlah pemain terbatas.
Di laga menentukan ini, Indonesia mengusung misi wajib menang dengan selisih gol besar demi mengamankan tiket menuju babak final. Meski Bangladesh datang dengan rekor dua kali kekalahan berturut-turut, tuan rumah diprediksi tidak akan menganggap remeh lawan. Terlebih lagi, rekor lima pertemuan terakhir mencatat Bangladesh selalu berhasil menyulitkan Indonesia, termasuk hasil imbang 0-0 pada laga persahabatan 1 Juni 2022.
Ancaman utama dari kubu Bangladesh datang lewat sosok Hamza Choudhury, gelandang Sheffield Wednesday yang memiliki pengalaman kompetisi Eropa. Pergerakan Choudhury di lini tengah diprediksi menjadi kunci serangan balik Bangladesh yang harus diwaspadai lini pertahanan Indonesia.
Dalam laga ini, Timnas Indonesia diprediksi menurunkan Emile Audero di bawah mistar gawang. Lini belakang dan tengah diisi kombinasi Kevin Diks, Elkan Baggott, Dean James, Calvin Verdonk, Justin Hubner, dan Joey Pelupessy. Sementara daya gedor dipercayakan kepada Ragnar Oratmangoen, Rayhan Hannan, Ole Romeny, serta Luke Veckery.
Di sisi lain, Bangladesh diprediksi tampil dengan komposisi Mehedi Hasan Srabon, Saad Uddin, Zayan Ahmed, Zidane Yosouf, Tariq Kazi, Hamza Choudhury, Shamit Shome, Jamal Bhuyan, Sheik Morsalin, Foysal Ahmed Fahim/Housain Rakib, serta Shuki Itofusa.




