Internasional

Tantang AS, RI & 3 Negara Muslim Bangun Poros Senjata Baru

×

Tantang AS, RI & 3 Negara Muslim Bangun Poros Senjata Baru

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar siaran televisi Al Jazeera memberitakan penandatanganan pakta pertahanan militer antara Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan.
Tangkapan layar siaran televisi Al Jazeera memberitakan penandatanganan pakta pertahanan militer antara Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan.

DOHA – Hegemoni industri pertahanan Barat yang selama ini mendikte dunia mulai mendapat perlawanan serius. Empat negara kekuatan menengah, yakni Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan, resmi membentuk poros militer baru.
Kesepakatan strategis ini ditandatangani di Doha, Qatar, demi membangun kemandirian produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Melalui pakta ini, keempat negara sepakat untuk tidak lagi hanya bertindak sebagai konsumen senjata asing.

Mereka akan menerapkan model konsorsium layaknya pembuatan pesawat Airbus dalam memproduksi komponen alutsista secara bersama-sama. Langkah radikal ini diambil untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada perangkat keras Amerika Serikat yang menguras devisa.

Asisten Profesor Hubungan Internasional Universitas Qatar, Abdulla Banndar Al Etaibi, menyebut kesepakatan ini sebagai sinyal kemandirian negara kekuatan menengah. Negara-negara ini menyadari bahwa sistem pertahanan bernilai miliaran dolar bisa runtuh hanya oleh drone murah seharga puluhan ribu dolar.

Karena itu, fokus utama produksi poros ini akan diarahkan pada penciptaan sistem penangkal rudal balistik, serangan siber, serta ancaman pesawat nirawak. Qatar sendiri tengah menyiapkan negaranya untuk menjadi pusat (hub) produksi persenjataan baru tersebut.

Konsorsium militer ini dinilai sangat tangguh karena menggabungkan rekam jejak kekuatan spesifik dari masing-masing negara secara sempurna. Pakistan dan Turki menyumbang keahlian panjang di medan perang darat dan pegunungan, sementara Indonesia diakui tangguh sebagai penguasa maritim. (Sumber: Al Jazeera)