Politik dan Pemerintahan

Bandung Kejar Target 97 Persen Vaksinasi HPV, Cegah Kanker!

×

Bandung Kejar Target 97 Persen Vaksinasi HPV, Cegah Kanker!

Sebarkan artikel ini
Upaya Dinas Kesehatan Kota Bandung memperluas cakupan vaksinasi HPV bagi anak perempuan usia sekolah, Jumat (23/10/2026).
Upaya Dinas Kesehatan Kota Bandung memperluas cakupan vaksinasi HPV bagi anak perempuan usia sekolah, Jumat (23/10/2026).

BANDUNG  – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat langkah pencegahan kanker serviks melalui program vaksinasi HPV Kota Bandung. Pada 23 Oktober 2026, target cakupan vaksinasi HPV menjadi perhatian dengan sasaran mencapai 97 persen, terutama bagi anak perempuan usia sekolah.

Target tersebut disampaikan melalui upaya Dinas Kesehatan Kota Bandung dalam memperluas jangkauan vaksinasi. Program pemerintah ini menyasar siswi kelas V sekolah dasar untuk memberikan perlindungan kesehatan sejak dini serta menekan risiko kanker serviks di masa mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Sony Adam, menekankan pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan. Menurutnya, dukungan dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat vaksinasi sangat menentukan keberhasilan program ini.

Dukungan terhadap cegah kanker serviks juga datang dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dalam rangka Dies Natalis ke-72, UPI menyiapkan kuota hingga 1.000 dosis vaksin HPV bersubsidi yang dilaksanakan pada 22 Oktober 2026.

Program tersebut ditujukan bagi dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum di sekitar kampus, dengan fokus utama pada perempuan. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Tri Indri Hardini, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.

Salah satu hal yang diharapkan meningkatkan partisipasi adalah biaya vaksin yang lebih terjangkau. Melalui program bersubsidi UPI, peserta membayar Rp290.000 per dosis, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal yang mencapai sekitar Rp1,2 juta per dosis.

Pelaksanaan vaksinasi UPI direncanakan berlangsung dalam tiga tahap. Setelah dosis pertama pada Oktober 2026, pemberian dosis kedua dijadwalkan pada Januari 2027 dan dosis ketiga pada April 2027.

HPV merupakan virus yang dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan, termasuk kanker serviks akibat tipe virus tertentu. Vaksinasi bertujuan memberikan perlindungan terhadap tipe HPV penyebab penyakit tersebut, namun bukan pengganti pemeriksaan atau skrining kanker serviks.

Selain vaksinasi, deteksi dini juga berperan penting dalam upaya menekan dampak kanker serviks. Pemeriksaan HPV DNA dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus HPV yang berkaitan dengan risiko kanker leher rahim.

Dinas Kesehatan Kota Bandung juga mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, sebagai tempat memperoleh informasi dan pemeriksaan awal. Pemerintah kota menyebut layanan penanganan lesi prakanker melalui metode ablasi termal tersedia di 14 puskesmas.

Melalui perluasan vaksinasi, pemberian subsidi, dan peningkatan edukasi, Pemkot Bandung berharap semakin banyak perempuan memperoleh perlindungan terhadap risiko kanker serviks. Target cakupan 97 persen menjadi tolok ukur program vaksinasi HPV Kota Bandung dalam upaya cegah kanker serviks sejak dini.