Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan komitmennya untuk menegakkan disiplin dan profesionalisme di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang. Ia menyatakan tidak akan ragu menurunkan jabatan pejabat yang dinilai tidak bekerja secara optimal, meskipun telah lama menduduki posisi strategis.
Penegasan ini disampaikan usai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan puluhan pejabat di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemda Karawang, Senin (5/1/2026).
Menurut Bupati Karawang, jabatan dalam birokrasi pemerintahan bukanlah hak yang bersifat permanen, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja nyata. Ia menilai, evaluasi berkala menjadi hal mutlak untuk memastikan pelayanan publik berjalan efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kalau sudah jadi sekcam, camat, atau kabid tapi tidak bekerja dengan baik, ya saya turunkan. Masih banyak orang lain yang mau dan lebih kompeten,” tegas Aep di hadapan para pejabat yang dilantik.
Rotasi dan Mutasi Dinilai Wajar dalam Organisasi Pemerintahan
Bupati Karawang menekankan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang lazim dan justru dibutuhkan dalam organisasi pemerintahan. Ia menyebut, langkah tersebut bertujuan menyegarkan organisasi serta memastikan setiap posisi diisi oleh aparatur yang memiliki kapasitas dan komitmen tinggi.
Dalam pelantikan kali ini, Bupati Karawang melantik sebanyak 63 pejabat, terdiri dari 26 pejabat administrator, 35 pejabat pengawas, satu kepala puskesmas, dan satu koordinator wilayah (Korwil). Pelantikan ini menjadi rotasi dan mutasi jabatan kedua di masa kepemimpinan Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati Karawang H. Maslani, setelah sebelumnya melantik 216 pejabat Pemkab Karawang.
Enam Bulan Penilaian, ASN Wajib Tunjukkan Grafik Kinerja Positif
Lebih lanjut, Bupati Karawang menyampaikan bahwa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik yang baru dilantik maupun yang telah lama menjabat, akan dievaluasi secara menyeluruh. Ia menegaskan, dalam kurun waktu enam bulan ke depan, setiap pejabat harus mampu menunjukkan grafik kinerja yang positif.
“Seluruh ASN akan kami evaluasi. Kalau dalam enam bulan tidak menunjukkan kinerja yang baik, mau tidak mau akan disesuaikan dengan keadaannya,” ujarnya.
Optimisme Hadapi Tantangan Tahun 2026
Aep juga mengingatkan bahwa tahun 2026 bukanlah tahun yang mudah bagi Kabupaten Karawang. Meski demikian, ia optimistis tantangan dapat dihadapi dengan kebersamaan dan organisasi yang lebih ramping namun kaya fungsi.
“Dengan kebersamaan dan komitmen bersama, insya Allah kebutuhan masyarakat bisa terjawab,” pungkasnya.








