Uncategorized

Separah Apa Banjir Jakarta Utara?

×

Separah Apa Banjir Jakarta Utara?

Sebarkan artikel ini
Banjir Pluit Jakarta
Banjir Pluit Jakarta

Banjir kembali melumpuhkan kawasan Pluit, Jakarta Utara. Hingga menjelang siang, genangan air di sejumlah titik masih tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda surut, meski banjir sudah terjadi sejak dini hari.

Pantauan di lapangan menunjukkan salah satu titik terparah berada di kawasan Pluit, dengan ketinggian air cukup signifikan dan menghambat mobilitas warga. Sejak pukul 06.00 WIB hingga hampir pukul 12.00 WIB, air masih menggenang, diperparah hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut.

BPBD DKI Jakarta mengonfirmasi telah mengerahkan sejumlah pompa air. Namun di lapangan, keberadaan pompa belum terlihat di beberapa titik krusial. Warga pun mempertanyakan efektivitas penempatan pompa di tengah kondisi banjir yang tak kunjung surut.

“Sampai sekarang kami belum melihat pompa air di titik ini. Mungkin ada di lokasi lain, tapi di sini belum terlihat,” ungkap laporan dari lokasi.

Akibat banjir, aktivitas warga terganggu serius. Sejumlah warga terpaksa berjalan kaki untuk menuju tempat kerja. Bahkan, ada warga yang harus menunggu hingga empat jam agar bisa melanjutkan perjalanan akibat akses jalan yang terendam.

Kondisi transportasi umum pun ikut terdampak. Sejumlah armada Transjakarta tampak tersendat. Dari arah Cengkareng menuju Pluit, antrean kendaraan mengular panjang. Beberapa bus Transjakarta sempat mencoba melintas, namun terpaksa berhenti karena genangan terlalu dalam.
“Sudah ada Transjakarta yang mencoba lewat, tapi tampak stuck dan berhenti,” lapor warga di lokasi, Senin (12/01/2026).

Informasi warga menyebutkan, genangan air di Jalan Pluit Raya hingga sekitar kawasan Emporium Pluit Mall tergolong parah. Tinggi air di titik tersebut membuat kendaraan besar sekalipun kesulitan melintas.

Hingga saat ini, belum terlihat bantuan mobilisasi dari pemerintah pusat maupun aparat gabungan TNI-Polri. Upaya evakuasi dan bantuan sementara justru dilakukan secara swadaya oleh warga setempat. Satu perahu karet disediakan oleh pengurus RT untuk membantu warga hilir mudik menembus genangan.

Langit mendung dan hujan yang masih turun deras menambah kekhawatiran warga. Tanpa percepatan penyedotan air dan penanganan terkoordinasi, banjir dikhawatirkan bertahan lebih lama dan memperparah lumpuhnya aktivitas di Jakarta Utara.

Situasi di Pluit menjadi potret klasik persoalan banjir Jakarta: hujan turun, air naik, warga kembali bertahan dengan langkah darurat, sementara mitigasi belum sepenuhnya terasa di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *