Nasional

Belanda Kembalikan Fosil Leluhur Orang Indonesia Bersama Ribuan Artefak Lainnya

×

Belanda Kembalikan Fosil Leluhur Orang Indonesia Bersama Ribuan Artefak Lainnya

Sebarkan artikel ini
Rekoinstruksi Fosil Leluhur Orang Indonesia "Java Man"
Rekoinstruksi Fosil Leluhur Orang Indonesia "Java Man"

Fosil manusia purba legendaris ‘Java Man’ atau Manusia Jawa akhirnya kembali ke tanah air setelah lebih dari 130 tahun berada di Belanda. Kepulangan fosil leluhur orang Indonesia ini menjadi tonggak penting dalam upaya dekolonisasi sejarah dan ilmu pengetahuan nasional.

Fosil Java Man ditemukan pada 1891 di Pulau Jawa oleh paleoantropolog Belanda, Eugene Dubois, pada masa kolonial. Spesimen tersebut merupakan bukti fosil pertama yang dikenal dunia dari spesies manusia purba Homo erectus, terdiri dari tempurung kepala, gigi geraham, dan tulang paha.

Selama lebih dari satu abad, fosil tersebut disimpan dan diteliti di Belanda, jauh dari akses para peneliti Indonesia. Padahal, temuan ini menjadi salah satu artefak paling penting dalam sejarah evolusi manusia dunia.

Indonesia secara resmi mengajukan permintaan pemulangan fosil Java Man pada 2022. Setelah melalui proses kajian mendalam, Komite Koleksi Kolonial Belanda menyimpulkan bahwa fosil tersebut kemungkinan besar diambil tanpa persetujuan masyarakat setempat yang kala itu berada dalam situasi terpaksa akibat kolonialisme.

Komite tersebut menegaskan bahwa fosil Manusia Jawa dan koleksi serupa tidak pernah menjadi milik sah Belanda. Dengan dasar itu, pemerintah Belanda memutuskan untuk mengembalikan fosil tersebut ke Indonesia bersama ribuan artefak lainnya.

“Ini bukan sekadar pemulangan benda sejarah, tetapi membuka peluang riset baru bagi ilmuwan Indonesia yang selama ini tidak memiliki akses langsung terhadap koleksi tersebut,” ujar arkeolog perwakilan Museum Nasional Indonesia, Pipit Meilinda

Kementerian Kebudayaan Belanda juga mengumumkan akan mengembalikan sekitar 28.000 fosil lain ke Indonesia sepanjang tahun ini. Pemulangan tersebut melengkapi gelombang repatriasi artefak kolonial yang telah dilakukan sebelumnya, mulai dari arca, perhiasan, hingga senjata bertatahkan permata.

Bagi dunia pendidikan dan akademik, kembalinya Fosil Java Man disambut antusias. Para guru dan peneliti yang selama ini hanya mengenal fosil tersebut lewat buku, kini dapat memperlihatkan langsung artefak asli kepada publik dan generasi muda.

“Ini kebanggaan besar. Fosil (Java Man) ini milik bangsa Indonesia dan kini dapat ditampilkan untuk masyarakat luas,” ujar salah seorang kurator.

Pemerintah Indonesia menyebut proyek ini sebagai repatriasi warisan budaya terbesar di dunia, sekaligus bagian dari upaya merebut kembali narasi sejarah dan ilmu pengetahuan yang selama puluhan tahun terlepas dari tanah kelahirannya. (Sumber: Youtube Al Jazeera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *