Politik dan Pemerintahan

Perbaikan Rutilahu Jadi Senjata Pemkot Bandung Tekan Prevalensi TBC

×

Perbaikan Rutilahu Jadi Senjata Pemkot Bandung Tekan Prevalensi TBC

Sebarkan artikel ini
Perbaikan Rutilahu di Kota Bandung
Perbaikan Rutilahu di Kota Bandung

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadikan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai strategi kunci menekan tingginya prevalensi tuberkulosis (TBC), khususnya di wilayah dengan kerentanan kesehatan tinggi.

Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Senin (26/1/2026).

Farhan menilai, kondisi hunian yang lembap, minim pencahayaan, dan tidak memenuhi standar kesehatan menjadi salah satu faktor utama penyebaran TBC di kawasan padat penduduk.

“Rutilahu itu kuncian. Kalau kita serius memperbaiki rumah tidak layak huni, insyaallah prevalensi TBC di Kota Bandung bisa turun signifikan,” tegas Farhan.

Ia memastikan, pada 2026 Pemkot Bandung akan menggenjot program Rutilahu secara lebih masif, terutama di RW-RW yang memiliki tingkat kerentanan kesehatan tinggi. Program perbaikan rumah tersebut akan dikaitkan langsung dengan intervensi kesehatan masyarakat.

Selain Rutilahu, Farhan juga menyoroti persoalan sanitasi, khususnya ketersediaan septic tank dalam mendukung target Open Defecation Free (ODF). Berdasarkan laporan kelurahan, masih terdapat kekurangan septic tank di RW 2, RW 3, dan RW 10 Pasirwangi.

“Sanitasi tidak bisa dipisahkan. BABS memicu diare, diare berkontribusi pada stunting, dan lingkungan tidak sehat memperbesar risiko TBC,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Pasirwangi, Meli Susanti, menyatakan siap menindaklanjuti arahan Wali Kota dengan mempercepat pendataan serta pendampingan RW, termasuk survei Rutilahu dan sanitasi demi menekan angka prevalensi TBC.

“Kami akan langsung berkoordinasi dengan OPD terkait agar survei segera dilakukan, terutama untuk RW yang sudah mengajukan,” pungkas Meli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *