Daerah

Pasca Longsor, Kang DS Tebar Jutaan Benih Gunakan Pesawat TNI AU

30
×

Pasca Longsor, Kang DS Tebar Jutaan Benih Gunakan Pesawat TNI AU

Sebarkan artikel ini
Tebar Benih
Forkopimda Kabupaten Bandung mulai melaksanakan kegiatan penebaran benih tanaman melalui metode pesawat terbang (aeroseeding) dengan menggunakan pesawat Casa C-212 TNI AU

Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil langkah tak biasa dalam merespons ancaman bencana longsor. Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama jajaran Forkopimda melaksanakan penebaran jutaan benih tanaman melalui udara (aeroseeding) menggunakan pesawat CASA C-212 milik Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Aksi mitigasi lingkungan ini digelar Sabtu pagi (31/1/2026) dari Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, sebagai respons pascabencana longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung, termasuk Kecamatan Arjasari.

Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS menegaskan, aeroseeding dipilih karena banyak kawasan rawan longsor berada di wilayah ekstrem yang sulit dijangkau jalur darat.

“Ini langkah konkret pascabencana. Kita tidak ingin hanya reaktif, tapi preventif. Wilayah rawan harus diperkuat vegetasinya,” tegas Kang DS di sela kegiatan.

Sebanyak 5,2 juta biji tanaman dengan bobot hampir 8 ton disiapkan untuk ditebar di wilayah Kabupaten Bandung dan daerah perbatasan seperti Garut, Cianjur, Sumedang, hingga Bandung Barat. Sasaran utama adalah kawasan kritis yang rawan erosi dan longsor.

Tiga titik prioritas aeroseeding meliputi Desa Wargaluyu Kecamatan Arjasari seluas 123 hektare, Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari 137 hektare, dan Desa Girimulya Kecamatan Pacet seluas 478 hektare, termasuk lahan-lahan kritis lain berdasarkan hasil pemetaan sebelumnya.

Menariknya, Kang DS menegaskan program ini tidak menggunakan APBD, melainkan didanai melalui skema CSR dan kolaborasi pentahelix.

“Kita sepakat tidak memakai APBD. Ini gotong royong. Ada PDAM, BJB, BPR, ABT, dan sejumlah perusahaan yang peduli lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mengungkap bahwa pengumpulan biji-bijian ini terinspirasi dari gerakan siswa sekolah saat pembagian rapor. Para siswa dan orang tua turut mengumpulkan biji tanaman sebagai bentuk kepedulian lingkungan.

“Ini gerakan moral. Biji-bijian ini kelak tumbuh, menambah oksigen, menahan air, dan insyaallah pahalanya mengalir,” tutur Kang DS.

Sementara itu, Komandan Lanud Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko menegaskan, keterlibatan TNI AU merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional penghijauan dan mitigasi bencana.

“Area yang dipilih sulit dijangkau darat. Aeroseeding jadi solusi efektif, masif, dan strategis,” jelasnya.

Pesawat CASA C-212 dengan delapan kru diterjunkan untuk misi ini, setelah berkoordinasi dengan Mabes TNI dan Mabes TNI AU.

Langkah Pemkab Bandung ini menjadi contoh kolaborasi konkret antara pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menekan risiko bencana di Jawa Barat.