Internasional

Purbaya Kasih Paham Media Asing Soal Teori dan Praktek Mengelola Ekonomi Negara

×

Purbaya Kasih Paham Media Asing Soal Teori dan Praktek Mengelola Ekonomi Negara

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan RI Purbaya Sudhi Sadewa Berbicara di Indonesia Economic Summit
Menteri Keuangan RI Purbaya Sudhi Sadewa Berbicara di Indonesia Economic Summit

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, melumat semua kritik dan pertanyaan wartawan asing dengan tepat dan tegas di Acara Indonesia Economic Summit. Dia kasih “kuliah” jurnalis media asing soal teori dan praktek ekonomi negara.

Salah satu Isu yang dibahas adalah adalah potensi penurunan peringkat Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dinilai bukan ancaman, melainkan momentum untuk membenahi tata kelola pasar keuangan nasional secara menyeluruh.

“MSCI warning itu justru hal yang baik. Saya sudah sampaikan ke pengelola bursa beberapa bulan lalu soal praktik ‘cooking’ harga saham dan manipulasi. Tapi waktu itu tidak ditindak. Sekarang dengan adanya peringatan MSCI, ini menjadi momentum untuk membersihkan pasar,” tegas Purbaya.

Menurutnya, selama pemerintah dan regulator serius menindaklanjuti catatan MSCI sebelum batas waktu Mei, risiko penurunan peringkat dapat dihindari.

“Saya tidak khawatir, kecuali jika kita mengabaikan peringatan MSCI sampai Mei. Pemerintah dan regulator sudah mengambil langkah yang tepat untuk memenuhi seluruh standar global yang diminta,” ujarnya.

Purbaya menegaskan komitmen Indonesia untuk mengikuti praktik terbaik global, terutama dalam hal transparansi pasar dan tata kelola.

“Sebelumnya juga baik-baik saja. Kita akan kembali ke global best practices,” kata dia.

Menjawab kemungkinan dampak jika downgrade benar-benar terjadi, Purbaya menyatakan pemerintah fokus menjaga fondasi ekonomi agar tetap solid.

“Saya sebagai Menteri Keuangan tidak terlalu masuk ke urusan board, tapi fokus memastikan ekonomi bergerak ke arah yang benar. Belanja pemerintah kami percepat di kuartal pertama dan kedua, likuiditas dijaga, iklim usaha terus diperbaiki,” jelasnya.

Ia juga mengungkap pembentukan satuan tugas khusus untuk mengurai hambatan investasi.

“Kami punya task force bottlenecking. Setiap pengusaha bisa melapor. Setiap minggu kami rapat untuk memastikan hambatan itu diselesaikan. Setahun ke depan, iklim usaha Indonesia akan jauh lebih baik,” ujarnya optimistis.

Soal penyitaan tambang emas Matave yang sempat dipersepsikan sebagai lemahnya due process, Purbaya menepis anggapan tersebut.

“Praktik buruk seperti itu sudah berlangsung 20–30 tahun. Sekarang justru kita benahi. Pencabutan izin adalah bagian dari perbaikan iklim investasi. Kita bukan anti tambang, kita anti tambang ilegal,” tegasnya.

Terkait spekulasi dari sejumlah ekonom, termasuk dari Citi, mengenai kemungkinan defisit fiskal melampaui batas 3 persen, Purbaya merespons dengan nada keras. Purbaya sebut kritik tersebut bukan datang dari pakar ekonomi yang punya kapasitas mumpuni seperti dirinya.

“Saya Menteri Keuangan, bukan dia. Saya paham fiskal dengan sangat baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelebaran defisit mendekati 3 persen dilakukan sebagai kebijakan kontra-siklus saat ekonomi melambat sejak awal 2024.
“Kami beri stimulus agar tidak masuk resesi. Dan berhasil. Sejak September ekonomi berbalik arah. Defisit kami dorong tapi tetap tidak melewati 3 persen. Itu kerja seorang profesional,” tandasnya.

Purbaya menegaskan, disiplin fiskal tetap menjadi prinsip utama pemerintah.
“Saya tidak mau melewati 3 persen. Nanti media seperti Anda akan menghakimi saya bilang tidak tahu kerja,” pungkasnya.