Internasional

Macron Peringatkan AS Tak Akan Lagi Jadi Jamin Keamanan Eropa

×

Macron Peringatkan AS Tak Akan Lagi Jadi Jamin Keamanan Eropa

Sebarkan artikel ini
Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron Bersama Pemimpin Negara Lain Jelang Pertemuan Dewan Eropa

Menjelang pertemuan Dewan Eropa di Brussel, Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan peringatan keras: Eropa tak bisa lagi sepenuhnya bergantung pada Amerika Serikat.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan trans-Atlantik, mulai dari tarif perdagangan hingga tekanan geopolitik Washington terhadap sekutunya sendiri. Macron menilai hubungan lama yang selama puluhan tahun menopang keamanan Eropa kini memasuki fase baru yang tidak bersahabat.

“Kita tidak bisa lagi berasumsi payung keamanan Amerika akan selalu ada,” tegas Macron.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum pertemuan luar biasa Uni Eropa di kawasan dekat Liège, Belgia. Forum itu memang belum menghasilkan keputusan, tetapi menjadi ajang diskusi besar soal daya saing industri, pasar tunggal Eropa, dan kemandirian strategis kawasan.

Pada kesempatan berbeda, Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz (dalam pernyataan bersama) sepakat Uni Eropa harus bergerak lebih cepat menghadapi tekanan global. Keduanya menekankan perlunya penguatan industri Eropa, penyederhanaan regulasi, integrasi pasar modal, serta pendanaan inovasi.

Namun yang paling mencolok adalah kritik terbuka Macron terhadap Washington.

Ia menggambarkan Eropa kini terjepit dua kekuatan sekaligus: tekanan ekonomi China dan ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat.

Menurut Macron, banjir ekspor murah China telah menciptakan “tsunami perdagangan” yang mengancam industri Eropa. Di saat yang sama, AS justru menerapkan tarif dan kebijakan koersif terhadap sekutunya sendiri.

“Kita menghadapi krisis ganda — tekanan komersial dari China dan ketidakstabilan mendadak dari Amerika,” katanya.

Masalah lain yang disorot adalah energi. Setelah memutus ketergantungan gas Rusia akibat perang Ukraina, Eropa beralih besar-besaran ke gas alam cair (LNG) Amerika. Langkah ini awalnya dianggap solusi, namun kini dipandang sebagai ketergantungan baru.

Macron mengungkapkan sekitar 60 persen LNG Eropa kini berasal dari Amerika Serikat.

“Secara strategis kita hanya mengganti satu ketergantungan dengan ketergantungan lain,” ujarnya.

Karena itu Prancis mendorong empat agenda utama: mempercepat integrasi pasar tunggal, memperbanyak kemitraan global non-blok, melindungi sektor industri kritis melalui preferensi Eropa, serta memperbesar investasi inovasi publik-swasta.

Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan kembali bertemu dalam empat minggu ke depan untuk mengambil keputusan konkret. Macron bahkan membuka opsi “koalisi terbatas” antarnegara anggota bila konsensus 27 negara sulit tercapai.
Pesannya jelas: Eropa harus berdiri sendiri — atau tertinggal di tengah perebutan kekuatan global baru. (Sumber: DW News dan sumber lain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *