Daerah

Banjir Bandang Terjang Panyadap, 47 KK Terdampak

13
×

Banjir Bandang Terjang Panyadap, 47 KK Terdampak

Sebarkan artikel ini
Banjir
Bupati Bandung Dadang Supriatna Tinjau Lokasi Banjir

BANDUNG – Banjir bandang menerjang Kampung Puja RT 03/RW 04, Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Kamis malam (12/3) usai hujan deras mengguyur wilayah hulu.

Luapan air Sungai Cisunggalah menerjang permukiman warga setelah tanggul penahan aliran sungai jebol sepanjang sekitar empat meter dengan tinggi satu meter.

Akibat peristiwa tersebut, empat rumah warga mengalami kerusakan berat setelah dinding bangunan jebol diterjang arus air. Selain itu, sedikitnya 47 kepala keluarga terdampak banjir bandang tersebut.

Derasnya arus sungai yang membawa material lumpur, bambu, dan ranting kayu memperparah kondisi banjir di kawasan permukiman padat tersebut.

Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna langsung meninjau lokasi bencana pada Minggu (15/3). Ia menyebut banjir bandang dipicu oleh dangkalnya aliran Sungai Cisunggalah akibat endapan sedimen yang cukup tinggi.

“Kondisi sungai yang dangkal membuat air tidak tertampung ketika hujan deras di hulu. Akibatnya air meluap ke permukiman warga,” kata Dadang.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan segera melakukan langkah penanganan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah normalisasi Sungai Cisunggalah secara manual untuk mengurangi endapan tanah di dasar sungai.

Normalisasi tersebut direncanakan dilakukan setelah Idulfitri guna memperlancar aliran air yang selama ini tersumbat sedimentasi.

Selain itu, pemerintah daerah bersama masyarakat juga akan menata kembali lebar aliran sungai yang semula mencapai sekitar delapan meter, namun saat ini menyempit hingga hanya sekitar tiga sampai empat meter.

Penyempitan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air ke permukiman warga saat debit sungai meningkat.

Upaya penanganan juga akan dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum untuk mempercepat penanganan infrastruktur sungai.

Selain pengerukan endapan lumpur yang diperkirakan mencapai 1,5 meter, pemerintah juga mempertimbangkan peninggian jembatan di atas Sungai Cisunggalah agar tidak menjadi penghambat aliran air saat debit meningkat.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat sekitar untuk turut menjaga kondisi sungai serta tidak memanfaatkan bantaran sungai yang dapat mempersempit aliran air.

Penanganan banjir di Desa Panyadap diharapkan dapat segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali mengancam permukiman warga saat musim hujan.